Petinggi Arsenal Kritik Oezil, Rekan Setim Membela
Jumat, 21 Februari 2014 | 17:42 WIB
London - Direktur Arsenal, Alisher Usmanov, secara mengejutkan melontarkan kritik kepada gelandang Arsenal, Mesut Oezil. Menurutnya, pemain asal Jerman itu bermain di bawah kapasitas yang dimilikinya. Namun meski dianggap tampil buruk saat menjamu Bayern Muenchen, gelandang keturunan Turki itu dibela rekan-rekannya terutama yang berasal dari Jerman.
Seperti dilaporkan Daily Star, Usmanov mengaku tak puas melihat kinerja pemain termahal sepanjang sejarah Arsenal itu sejauh ini. Namun pengusaha kelahiran Uzbekistan ini mengakui dirinya bukan sosok yang tepat untuk menilai apakah tim ini butuh suntikan pemain baru untuk meraih gelar juara.
"Bagaimana performa Oezil? Dalam pandangan saya, kontribusinya untuk tim saat ini di bawah kapasitas yang dimilikinya. Mengapa? Mungkin dia kelelahan," kata Usmanov lagi.
"Apakah tim ini butuh investasi lebih lanjut untuk memenangkan gelar juara? Soal ini, sahabat saya Tuan (Arsene) Wenger yang akan memutuskan. Ini urusannya," tutur pria berusia 60 tahun ini.
Performa Oezil akhir-akhir ini memang tak seperti pada awal dia tiba di Stadion Emirates. Terakhir, dia gagal mencetak gol saat menjadi eksekutor penalti ke gawang Bayern Muenchen. Andai saja, dia sukses menaklukkan Manuel Neuer, bisa jadi Arsenal tak akan kalah 0-2 melawan juara bertahan Liga Champions itu.
Meski banyak dihujani kritik, rekan-rekan Oezil justru memberikan dukungan kepada pemain yang dibeli dari Real Madrid dengan harga 42 juta pound ini. Lukas Podolski misalnya langsung menuliskan komentarnya soal rekan setimnya di klub dan timnas Jerman itu via Twitter.
"Itulah sepak bola. Percayalah kepada Mesut, dia akan membalasnya dua kali lipat dan membuat kami senang. Semua rekan setim mendukungnya. Maju terus AFC," begitu Podolski menulis di akun Twitter miliknya.
Pemain Arsenal lainnya yang juga asal Jerman, Per Mertesacker juga ikut membela rekannya itu. Bek yang sempat memarahi Oezil karena tak menyambut aplaus fan Arsenal saat kalah 3-6 di kandang Manchester City pada Desember lalu itu berkomentar soal insiden Mathieu Flamini yang mendorong Oezil dalam pertandingan melawan Muenchen.
"Hal bagus jika kita mencoba menguatkan rekan setim. Kami harus tampil sebaik mungkin sebagai sebuah tim. Saya pikir berbicara dengan pemain adalah cara terbaik yang bisa kita lakukan apalagi saat kami bermain dengan 10 pemain," papar Mertesacker.
Sehari setelah dikalahkan Muenchen, Oezil membuat pesan dalam akun Facebook yang memuat permintaan maafnya. "Pagi hari (setelah kekalahan) masih belum merasa lebih baik. Maaf untuk semua, ini tak sesuai rencana, sangat sulit memenangkan pertandingan melawan tim seperti ini," begitu tulisan Oezil.
Kreativitas dan kehebatan mantan pemain Werder Bremen ini seperti menghilang sejak pergantian tahun. Namun catatan statistiknya sejauh ini sebenarnya masih mentereng. Dia telah mencetak lima gol dan 10 assist dalam 28 pertandingan. Namun dalam 11 pertandingan terakhir dia hanya mampu melesakkan satu gol.
Oezil mendapat kesempatan untuk memperbaiki catatannya di akhir pekan ini. Sabtu (22/2), dia akan kembali menjadi sorotan saat Arsenal menjamu Sunderland.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




