Main Twitter, Politisi Beli Akun dan Follower Palsu
Sabtu, 22 Februari 2014 | 12:26 WIB
Jakarta - Menjelang Pemilu 2014, para politisi menggunakan segala cara untuk bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat. Salah satu cara yang dilirik oleh para politisi adalah media sosial.
Akan tetapi cara untuk mendapatkan dukungan melalui twitter diperoleh dengan jalan yang tidak benar. Pasalnya, politisi kadang menginginkan hal yang instan. Maka, akun twitter pun dibeli dari orang yang sudah mempunyai banyak follower altau pengikut dan bahkan membeli follower itu sendiri.
"Benar terjadi jual beli," kata Direktur Politicawave, Yose Rizal dalam diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/2).
Yose menilai cara pintas itu merupakan bentuk ketidakpahaman para politisi maupun tim kampanyenya akan sosial media. Karena, follower yang ia beli bukannya akun asli yang dimiliki oleh perorangan melainkan hanya sekedar komputer.
"Jangan dilakukan, karena (misal) punya satu juta pendukung tapi bukan orang," ujar Yose.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




