Kempera Fokuskan Program Pembangunan MCK Komunal
Sabtu, 1 Maret 2014 | 00:22 WIBJakarta - Sebagai bagian dari penanganan perumahan dan permukiman kumuh di seluruh Indonesia, Kementerian Perumahan Rakyat (Kempera) akan fokus pada program pembangunan sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK) komunal.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (28/2), Deputi Bidang Pengembangan Kawasan Kempera, Agus Sumargianto, menyatakan, program pembangunan MCK komunal yang dilaksanakan sejak 2013 mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat.
Sesuai Undang-Undang No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Perpres Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional Tahun 2010-2014, tambahnya, dinyatakan bahwa Kemenpera mempunyai tugas menangani perumahan dan permukiman kumuh.
Pada 2013, MCK Komunal yang telah dibangun oleh Kemenpera berjumlah 694 unit, sedangkan usulan pembangunan MCK Komunal pada tahun 2014 mencapai 1.900 unit.
Agus menjelaskan, Kempera saat ini sedang melakukan verifikasi di lapangan apakah usulan yang masuk telah sesuai kriteria yang ditetapkan serta disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.
Selain itu, lanjutnya, MCK komunal yang dibangun juga dilengkapi dengan sarana pompa air bersih dan penerangan listrik dengan menggunakan solar cell atau tenaga matahari.
Menpera sebelumnya juga telah membantu pondok pesantren yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air dengan membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bagi santri yang sedang menimba ilmu di ponpes tersebut.
Menurut dia, dirinya telah berkeliling Indonesia untuk melihat kondisi pesantren dari dekat. Saat baru ditunjuk sebagai menteri, dia langsung turun ke ponpes-ponpes di seluruh pelosok daerah.
Menpera menyoroti ternyata masih terdapat ponpes yang kondisinya memprihatinkan yang ditandai, antara lain dengan sempitnya kamar tidur dan ruangan yang sangat kecil untuk menampung banyak santri.
"Mereka (para santri) tidur umpel-umpelan. Bayangkan, ukuran 3 x 4 meter persegi diisi 20 santri," ucapnya.
Ia mengatakan bahwa dirinya pernah mendapati sebuah pesantren dengan jumlah santri yang mencapai hingga 18.000 dengan fasilitas MCK di empang.
Djan juga mengemukakan, sebelum menjabat sebagai Menpera, anggaran untuk setahun hanya cukup untuk perbaikan sebanyak delapan ponpes sehingga dirinya berusaha menyakinkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa pesantren harus mendapat perhatian ekstra.
Sejak 2012, menurut dia, anggaran bantuan pembangunan pondok pesantren berupa rusunawa yang semula hanya cukup untuk delapan ponpes, melesat menjadi 300 pembangunan Rusunawa pesantren.
Selain itu, anggaran yang semula hanya sebesar Rp900 miliar pada tahun 2011 diharapkan pada tahun 2014 kini telah mencapai hingga Rp4,6 triliun untuk rencanan pembangunan tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




