Bawaslu Dapati Tinta Pemilu Mudah Terkelupas

Sabtu, 1 Maret 2014 | 09:56 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Karyawan CV Tridaya Pratama melakukan proses pengepakan botol tinta sidik jari pemilu. CV Tridaya Pratama memenangkan jatah produksi tinta sebanyak 25 persen dari total kebutuhan tinta sidik jari Pemilu 2014 secara nasional atau sekitar 3 juta botol tinta sidik jari.
Karyawan CV Tridaya Pratama melakukan proses pengepakan botol tinta sidik jari pemilu. CV Tridaya Pratama memenangkan jatah produksi tinta sebanyak 25 persen dari total kebutuhan tinta sidik jari Pemilu 2014 secara nasional atau sekitar 3 juta botol tinta sidik jari. (Suara Pembaruan/Anastasia Winanti Riesardhy/Anastasia Winanti Riesardhy)

Jakarta - Badan Pengawas Pemilu mendapati tinta yang diproduksi perusahaan pemenang lelang logistik mudah terkelupas dan memudar sesaat setelah jari dicelupkan. Hal ini diungkapkan pimpinan Bawaslu Daniel Zuchron.

"Bawaslu telah melakukan pengawasan di tiga pabrik pemenang tender tinta. Bawaslu juga melakukan percobaan terhadap tinta melalui beberapa cara dan didapati kalau tinta mudah memudar," kata Daniel di Jakarta, Sabtu.

Pertama, tinta akan mudah dikelupas setelah kering jika pemilih menggunakan 'lotion' terlebih dahulu. Kedua, tinta dapat segera memudar dengan pencucian menggunakan sabun jika pemilih mengelap jarinya setelah mencelupkan ke dalam botol tinta.

Ketiga, tanpa rekayasa apa pun setelah jari dicelupkan ke tinta dan dilap lalu dua jam kemudian dilakukan pencucian tanpa sabun, maka warna tinta akan mudah memudar juga. Pengawasan tersebut dilakukan Bawaslu selama kurang lebih dua pekan terakhir di mana proses produksi logistik sudah berjalan sejak Januari.

Daniel mengatakan selama pengawasan tersebut tidak ada kendala proses produksi yang signifikan terjadi di perusahaan pemenang lelang logistik tinta.

"Bawaslu memastikan seluruh prosedur berjalan baik, mulai dari pengecekan kualitas tinta di laboratorium perusahaan, pengocokan tinta, pengisian ke dalam botol, pemberian label dan segel pada botol, hingga pengemasan," katanya.

Sementara komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Ferry Kurnia Rizkiyansyah sebelumnya mengatakan tinta jari pemilih tersebut dapat bertahan selama minimal satu hari. Guna mengukur kualitas ketahanan tinta, maka jari harus dicelupkan hingga tinta menempel di kuku pemilih.

KPU, lanjut Ferry, akan mengeluarkan surat edaran kepada kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang melarang penyediaan lap atau tisu di dekat botol tinta. Serta meminta pemilih mencelupkan jari hingga tinta menempel di kuku.

"Nanti kami akan informasikan ke KPPS bahwa proses pencelupan tinta itu jangan hanya kena kulit, tetapi harus satu kuku penuh terkena tinta dan tidak boleh ada lap atau tisu. Kalau dicuci dengan sabun atau deterjen ya pasti bisa pudar," kata Ferry.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon