"Tembangpribumi" Satukan "Jazz Fusion" dengan Musik Tradisisional

Sabtu, 1 Maret 2014 | 20:38 WIB
H
WP
Penulis: Herman | Editor: WBP
Penampilan
Penampilan "Tembangpribumi" di Java Jazz Festival 2014 (Beritasatu.com/Herman)

Jakarta - Sejak tahun 2009, grup musik "Tembangpribumi" memang tidak pernah absen tampil di "Java Jazz Festival".

Untuk tahun ini, Daniel Pangabean cs juga kembali hadir lewat instrumen kreatifnya, yakni memgkombinasikan alat musik tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dengan alat musik modern.

"Konsep kita di Java Jazz tahun ini memang tetap sama, menggabungkan unsur modern dan tradisi. Tapi yang berbeda, malam ini kita juga berkolaborasi dengan pemain wayang dari Temanggung dan juga pemain beatbox Indonesia," kata Daniel Pangabean, founder "Tembangpribumi" usai tampil di "Delta Female Stage" Java Jazz Festival 2014, Jumat (28/1).

Grup ini berhasil membuktikan bahwa musik tradisional tidak hanya sekedar 'nempel' dengan musik modern, tetapi bisa menyatu membentuk sebuah harmonisasi musik yang indah.

"Grup ini terbentuk berawal dari kegundahan kita karena sulitnya mencari alat musik tradisional seperti gamelan atau kecapi dibandingkan alat musik modern," terang Daniel.

Karena keinginan yang besar untuk mempelajari alat-alat musik tradisional, lanjut Daniel, mereka kemudian berkumpul dan melakukan traveling keliling Indonesia untuk mencari alat-alat musik tradisional.

"Awalnya kita juga tidak tahu cara mainnya. Tapi kita terus belajar dan coba menyatukannya dengan jazz fusion," tambahnya lagi.

Latar belakang para personel grup yang terbentuk sejak pertengahan 2005 ini memang bukan dari dunia musik, melainkan dari berbagai profesi seperti kontraktor, IT, auditor, akuntan, jurnalis dan lain-lain.

Mereka berkumpul karena sama-sama mencintai bunyi-bunyian eksotis dari dalam negeri sendiri, seperti bunyi Kiter Jawa, Terompet Madura, Terompet Sunda, Suling Bali, Suling Sunda, Gamelan Bali, dan lainnya.

"Tembangpribumi itu bagi kita seperti tempat refreshing. Kita senang saat bersama-sama menggali ide gila untuk menciptakan sebuah instrumen," imbuhnya.

"Tempangpribumi" saat ini memiliki 12 personel inti. Tapi menurut Daniel, siapapun bisa ikut bergabung, asalkan punya ketertarikan untuk mengeksplor keindahan musik tradisi Indonesia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon