Pemain Bola Dilarang Keras Tontonkan Slogan di Balik Kaos
Minggu, 2 Maret 2014 | 04:54 WIB
FIFA memperketat aturan yang melarang pesepakbola membuka kaos dan menunjukkan baju dalam yang bertuliskan slogan, dengan menerapkannya tanpa kecuali. Sampai saat ini, beberapa slogan tertentu yang dianggap positif tidak dilarang.
"Para pemain tidak boleh menunjukkan slogan atau iklan di baju dalam. Tidak boleh ada pernyataan politik, religi atau pribadi. Pemain yang melepas jersey atau kaos untuk menunjukkan slogan atau iklan akan dikenakan sanksi oleh penyelenggara kompetisi," bunyi pernyataan FIFA yang dirilis Sabtu (1/3).
"Mulai sekarang tidak boleh ada slogan atau gambar apa pun di baju dalam, termasuk yang punya maksud baik. Ini akan berlaku mulai 1 Juni dan diberlakukan pada Piala Dunia," kata sekretaris jenderal FIFA Jerome Valcke.
Para pemain bola sering membuka kaos setelah mencetak gol untuk menyampaikan berbagai pesan dari ungkapan perasaan untuk bayi yang baru lahir atau pesan ‘semoga cepat sembuh’ bagi rekan setim atau kawan.
Namun slogan-slogan pribadi itu, termasuk tulisan di kaos Mario Balotelli "Why always me?" saat bermain di Manchester City 2011 akan dilarang semua.
"Idenya adalah untuk memastikan konsistensi. Aturan paling simple dari pertandingan ini adalah memulai dari dasar, bahwa slogan-slogan dilarang," kata Alex Horne, sekretaris jenderal English Football Association (FA).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




