Pariwisata Indonesia Butuh 800 Hotel untuk 8 Tahun ke Depan

Jumat, 14 Maret 2014 | 15:43 WIB
NW
B
Penulis: Natasia Christy Wahyuni | Editor: B1
Ilustrasi hotel.
Ilustrasi hotel. (Freedigitalphotos/ Salvatore Vuono)

Jakarta - Industri pariwista Indonesia diperkirakan membutuhkan 800 hotel baru untuk kurun delapan tahun mendatang. Perkembangan pariwisata Indonesia yang pesat tampak dari peningkatan jumlah turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, yaitu mencapai 8,6 juta orang pada 2013.

Hal itu dikatakan oleh Head of Hospitality Education and Career 2014 Stephanie Riady di Jakarta, Jumat (14/3). Hospitality Education and Career 2014 adalah pameran pendidikan dan karier di bidang pariwisata yang baru digelar pertama kali.

Menurut Stephanie, kedatangan wisman di Indonesia mengalami peningkatan sekitar lima persen setiap tahun. Ditargetkan, tahun 2014, jumlah kunjungan wisman mencapai sembilan juta.

"Indonesia menjadi tujuan wisata para turis asing. Ini membuka peluang termasuk bagi para pengusaha lokal perhotelan," kata Stephanie.

Stephanie, yang juga Head of World Education Expo menuturkan, Hospitality Education and Career 2014 merupakan pameran yang fokus pada satu bidang, yaitu pariwisata. Pameran itu menargetkan 8.000 pengunjung dari kalangan umum dan siswa khususnya dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Stephanie menambahkan, peluang karier dan beasiswa juga terbuka dalam Hospitality Education and Career 2014. Sebab, sejumlah perusahaan juga membuka lowongan pekerjaan dan kesempatan beasiswa salah satunya dari Canadian Tourism Institute di Manila, Filipina.

Sementara itu, Direktur Operasional Angora Exhibitions Sri Wahyuni mengatakan Hospitality Education and Career 2014 diharapkan bisa membuka mata masyarakat khususnya siswa Indonesia terkait peluang karier di bidang pariwisata. Menurutnya, masyarakat saat ini masih salah paham dengan menganggap bekerja di dunia pariwisata sebagai hal yang negatif dan dipandang sebelah mata. Padahal, pertumbuhan hotel dan pariwisata di Indonesia dan luar negeri sangat tinggi.

"Kami berharap pemuda-pemudi Indonesia tidak tertinggal dengan negara lain untuk terjun ke industri yang sangat menjanjikan ini," ujarnya.

Sri menambahkan makna "hospitality" sangat luas dan berhubungan dengan sektor industri pariwisata. "Hospitality atau keramahan masyarakat Indonesia sudah tidak dapat diragukan lagi. Itu pula yang menjadi potensi pariwisata Indonesia," katanya.

Senada dengan itu, Putri Pariwisata Indonesia 2013 Nabilla Shabrina mengatakan industri pariwisata Indonesia harus didukung oleh kemampuan sumber daya manusia (SDM). Selama ini, Bali menjadi tujuan wisata yang sangat ternama karena masyarakatnya tergolong sadar wisata.

Nabilla mengatakan sektor pariwisata juga menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Saat ini, pariwisata Indonesia yang dikenal di dunia tidak hanya Bali tetapi juga Raja Ampat di Papua dan Lombok.

"Banyak sekali keragaman karier di dunia pariwisata yang bisa menghasilkan pendapatan besar. Pariwisata adalah bidang yang sangat prospektif," ujarnya.

Pameran Hospitality Education and Career 2014 digelar pada 22-23 Maret 2014 di Thamrin Nine Ballroom UOB Building. Perusahaan yang hadir berasal dari industri pariwisata mancanegara seperti Swiss, Tiongkok, Australia, New Zealand, dan Korea.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon