James T Riady: Nasionalisme Saja Tidak Cukup

Selasa, 18 Maret 2014 | 06:42 WIB
P
B
Penulis: PD | Editor: B1
James Riady, CEO Lippo Group
James Riady, CEO Lippo Group (Investor Daily/David Gita Roza)

Jakarta - Untuk mengangkat bangsa ini ke level yang lebih sejahtera dan bermartabat, nasionalisme saja tidak cukup. Diperlukan sebuah perubahan pola pikir yang lebih mengedepankan pengembangan talentanya dan tanggung jawab. Setiap warga negara mampu bekerja keras karena kesadaran akan panggilan hidup.

"Sebagai warga negara, kita harus memiliki nasionalisme. Tapi, untuk bisa maju dan berkompetisi dalam era globalisasi, setiap warga harus memiliki kualitas dan kemampuan untuk memberikan dampak positif kepada sesama lewat karya nyata," kata CEO Lippo Group James T Riady dalam makan malam bersama para pemimpin redaksi media massa di Jakarta, Senin (17/3).

Kemiskinan dan ketertinggalan, kata James, berkaitan erat dengan belief, kepercayaan, filosofi, atau tata nilai yang dianut. Untuk bisa maju dan meraih kesejahteraan yang lebih baik dan hidup bermatabat, manusia harus bekerja keras, mengembangkan semua bakat yang dimiliki, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban. Manusia yang memiliki tata nilai seperti ini akan bisa hidup mandiri dan memberikan dampak positif terhadap orang lain.

"Kepercayaan yang dimaksudkan tidak identik dengan iman, melainkan tata nilai atau pedoman hidup. Untuk menjadi bangsa yang maju dan sejahtera, transformasi kepercayaan menjadi sangat penting. Ini adalah peran pendidikan, tugas pemerintah, dan tugas kita semua, terutama media massa," ujar James. Materialisme dan hedonisme yang melanda anak-anak muda disebabkan oleh tata nilai yang salah. Mengubah pandangan yang salah itu diakui tidak mudah.

Peran pemimpin dalam mengubah pandangan masyarakat yang keliru, kata James, sangat besar. Karena itu, memilih pemimpin, daerah dan pusat, menjadi sesuatu yang sangat penting. Jika para pemimpin di semua level baik
dan hebat, negara akan maju.

Kunci sukses sebuah negara sangat bergantung pada kemajuan bidang pendidikan dan kesehatan. Siapa pun pemimpinnya, pembangunan pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas. Meski dalam jangka pendek hasilnya tidak langsung kelihatan, dalam jangka panjang, negara dengan tingkat pendidikan dan kesehatan yang baik akan unggul.

James mengingatkan akan pentingnya sistem pendidikan yang baik. Sebab, sistem pendidikan yang buruk justru merugikan kelompok masyarakat yang justru paling perlu dibantu.

Lippo Group memulai bisnisnya dengan mengembangkan sumber daya manusia. Setelah fase pertama itu dinilai memadai, Lippo memasuki fase kedua, yakni memperkuat permodalan. Sedang fase ketiga adalah mengglobalisasikan usaha.

"Kini, Lippo mengembangkan usaha ke berbagai daerah dan menjadi perusahaan yang benar-benar perusahaan nasional," ungkap James.

Mal Lippo kini berada di berbagai 47 kota dan jumlah tokoh sudah mencapai 600 toko. Rumah sakit sudah dibangun di banyak kota dan 45 sekolah --Sekolah Pelita Harapan dan Sekolah Lentara Harapan yang nonprofit-- ada di seluruh Indonesia. Selaras dengan pembangunan sekolah, Lippo juga mengembangkan media massa dengan tujuan untuk mendidik, memberikan pengaruh positif kepada masyatakat, dan membantu mengubah pandangan masyarakat yang keliru dan kurang mendukung kemajuan.

Walau ada sejumlah lini bisnis --pendidikan, kesehatan, media massa, telekomunikasi, ritel, dan properti--, bisnis Lippo adalah bisnis jasa. Semua lini bisnis ini melayani konsumen dengan mengusung filosofi "impacting lives", memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Menjawab pertanyaan para pemred tentang pemilihan presiden (pilpres), James mengatakan, dalam pemilihan umum langsung, semua calon memiliki peluang untuk menang. Oleh sebab itu, memenangkan hati rakyat adalah upaya paling penting yang dilakukan para calon presiden 2014. Rakyat memiliki pandangan sendiri tentang siapa presidennya.

"Siapa yang dipilih adalah hak rakyat. Saya percaya survei yang ilmiah. Meski beberapa nama ke depan, semua kemungkinan bisa terjadi, survei sudah menyebutkan beberapa nama yang dikehendaki rakyat," kata James tanpa bersedia menyebutkan nama calon.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon