Obama: Pencarian MH370 Prioritas Utama AS
Kamis, 20 Maret 2014 | 09:15 WIB
Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan pencarian hilangnya pesawat Malaysia Airlines menjadi "prioritas utama" dan pihaknya menawarkan seluruh sumber daya untuk digunakan, termasuk Biro Penyelidikan Federal (FBI).
Keterlibatan FBI ini memperluas peranan AS untuk menyelidiki hilangnya pesawat MH370 dan juga membantu menelusuri data yang telah dihapus dari simulator penerbangan milik kapten pilot.
Pernyataan Obama ini merupakan kali pertama dia berbicara terkait MH370. Dia juga menyampaikan rasa simpati dan doanya bagi para keluarga dan kerabat penumpang pesawat yang hilang.
"Saya ingin meyakinkan mereka bahwa kami menganggap ini sebagai prioritas utama," kata Obama di Gedung Putih dalam wawancara dengan stasiun televisi Dallas, Rabu (19/3) waktu setempat.
"Kami memberikan segala sumber daya untuk digunakan dalam proses pencarian," katanya, sambil menambahkan bahwa ada kerjasama yang erat antara AS dengan pemerintah Malaysia.
Obama mengatakan FBI, Badan Keamanan Transportasi Nasional, Badan Penerbangan Federal serta militer AS kini telah bergabung dengan tim pencarian dan membantu otoritas Malaysia menemukan MH370.
Pencarian Boeing 777-200ER ini dipersempit ke selatan Samudra Hindia setelah adanya analisis mengenai adanya kemungkinan cadangan bahan bakar.
FBI dijadwalkan akan langsung menganalisa "hard drive" dari komputer kapten pilot Zaharie Ahmad Shah yang disita dari rumahnya.
Salah seorang pejabat federal mengatakan material, termasuk simulator penerbangan, akan dikirim ke laboratorium FBI di Quantico, Virginia.
Sejak hilangnya pesawat MAS, FBI dan Kementerian Kehakiman AS telah menawarkan diri untuk membantu pemerintah Malaysia, namun belum pernah secara resmi diundang untuk bergabung dalam tim penyelidikan.
Jaksa Agung AS Eric Holder mengatakan kedua negara masih membahas mengenai apa yang mereka bisa kerjakan bersama.
"Kami bekerja dengan otoritas, tapi kita tidak memiliki teori apa-apa (mengenai hilangnya pesawat)," kata Holder.
Di Malaysia, para penyelidik mengatakan mereka mencoba mendapatkan kembali data-data yang dihapus bulan lalu dari simulator Zaharie.
Menteri Pertahanan sekaligus ad-interim Menteri Perhubungan Malaysia, Hishammuddin Hussein, mengingatkan para reporter bahwa penghapusan "files" milik pilot Zaharie mungkin saja tidak ada hubungannya dengan hilangnya pesawat MH370 sejak 12 hari lalu.
Dokumen yang berisi rekaman simulasi yang diprogram Zaharie telah dihapus pada 3 Februari lalu. Namun, Kepala Kepolisian Malaysia Khalid Abu mengatakan bisa saja file dihapus sekedar untuk mendapat memori yang lebih besar.
Apapun alasan penghapusan, para penyelidik ingin memastikan isi file tersebut untuk mendapat petunjuk mengapa arah perjalanan MH370 dibelokkan secara sengaja setelah hilang dari layar radar monitor pengendali lalu-lintas udara di darat.
Menurut Hishammuddin, "background check" seluruh penumpang asing telah diterima, kecuali tiga penumpang asal Ukraina dan Rusia. Dari seluruh pengecekan latar belakang penumpang, sejauh ini tidak ada yang dianggap mencurigakan.
Otoritas dari 26 negara telah memperluas misi pencarian mereka ke wilayah besar yang membentang dari Asia tengah hingga Samudra Hindia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




