IPW Nilai Deklarasi Pemilu Damai Tak Sesuai Harapan
Kamis, 20 Maret 2014 | 16:32 WIB
Jakarta-Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengatakan menjelang pemilu sedikitnya ada tujuh peristiwa kekerasan yang terjadi, mulai dari intimidasi, pembakaran posko, perusakan atribut kampanye, hingga penembakan terhadap calon anggota legislatif (caleg). Ironisnya, lanjut Neta, aksi kekerasan itu terjadi setelah Deklarasi Pemilu Damai yang diikuti 15 partai politik, yang digelar di Polda Aceh pada 7 Februari 2014.
"Dari berbagai kasus kekerasan itu belum satu pun yang terungkap oleh Polda Aceh, sehingga kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa aksi kekerasan akan kembali terjadi di Aceh. Aksi-aksi kekerasan itu menunjukkan bahwa Deklarasi Pemilu Damai itu dinilai tidak sesuai dengan harapan," ujarnya kepada SP, Kamis (20/3).
Ditambahkan, kasus-kasus kekerasan yang masih marak terjadi di Aceh mendekati masa-masa Pemilu itu tak terlepas dari persaingan sengit di antara partai-partai Aceh, khususnya partai lokal yang sebagian besar kadernya adalah mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
"Sudah menjadi tipikal kalangan GAM, berbagai kesempatan digunakan untuk menunjukkan eksistensinya, termasuk momentum pemilu yang memang cenderung panas. Untuk itu Polda Aceh harus serius mengungkap dan menangkap para pelakunya untuk kemudian dibawa ke pengadilan agar ada efek jera dan modus yang sesungguhnya bisa terungkap," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




