Megawati: Banyak Kebijakan Pemerintah Rugikan Negara

Sabtu, 22 Maret 2014 | 19:43 WIB
CP
YD
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: YUD
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Puan Maharani melambaikan tangan kepada ribuan simpatisan dan kader partai saat kampanye rapat umum di lapangan bola Kopral I Wayan Surem, Desa Blahkiuh, Badung, Bali, Sabtu (22/3).
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Puan Maharani melambaikan tangan kepada ribuan simpatisan dan kader partai saat kampanye rapat umum di lapangan bola Kopral I Wayan Surem, Desa Blahkiuh, Badung, Bali, Sabtu (22/3). (Antara/HO)

Badung - Selama 10 tahun, banyak hal yang tidak baik dilakukan pemerintah. Bahkan, berbagai kebijakan dinilai cenderung merugikan kepentingan bangsa dan negara.

Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri saat berorasi dalam kampanye terbuka PDI-P di lapangan Kopral Surem, Abiansemal, Badung, Bali, Sabtu (22/3).

"10 tahun setelah pada 2004 saya menyelesaikan tugas sebagai presiden kelima, hampir 10 tahun saya melihat justru hal-hal yang seharusnya banyak bisa dilakukan, malah tidak dilakukan dengan baik oleh pemerintah. Sebagai ketua umum saya seringkali melalui Fraksi PDI-P di DPR, memberikan kritik nyata. Karena hal-hal yang dilakukan pemerintah sangat merugikan bangsa dan negara," kata Mega.

Mega kemudian mengemukakan sejumlah hal yang tidak baik tersebut. Diantaranya adalah kebijakan impor.

"Coba bayangkan dengan mata hati dan berpikir jernih, ini hanya salah satunya, bahan pangan yang seharusnya dapat dikelola dengan baik, sekarang banyak yang diimpor atau didatangkan dari negara lain," tukasnya.

"Tidak bisakah kita, ketika petani di Bali dengan susah payah berkeringat untuk menghasilkan padi, bulir-bulir padi berisi dan menjadi makanan kita. Kalau saya jalan di Bali, saya terkagum betapa banyaknya sawah di Bali. Lalu, mengapa ada sebuah keputusan yang dilakukan, bahwa kita dikatakan selalu kekurangan beras, lalu kita impor," tegas Mega.

Dia menyesalkan sikap pemerintah terkait kebijakan impor. Pasalnya, Proklamator sekaligus Presiden pertama Soekarno pernah menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya.

"Bung Karno selalu katakan, Indonesia itu negeri yang kaya raya dan berlimpah. Tapi, mengapa sampai hari ini masih saja ada orang yang alami kemiskinan, kebodahan, tidak punya harga diri dan rasa percaya diri," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon