Dokter: Waspada Gangguan Kejiwaan Usai Pemilu

Senin, 24 Maret 2014 | 20:26 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi gangguan jiwa.
Ilustrasi gangguan jiwa. (AFP)

Jakarta - Ketua Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) DKI Jakarta dr Ari Fahrial Syam mengimbau masyarakat untuk mewaspadai masalah penyakit kejiwaan usai pelaksanaan pemilihan umum.

"Pada Pemilu 2014, ada setidaknya 200.000 caleg yang memperebutkan 19.699 kursi. Artinya, kegagalan menjadi anggota legislatif mencapai 90%," kata dr Ari dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/3).

Para caleg harus bekerja keras dan mengeluarkan modal yang cukup besar untuk bertarung dalam Pemilu.

"Apalagi jika pemilihnya paham yang dipilih calon, bukan partai. Jelas kondisi ini membuat para caleg akan mengalami stres luar biasa untuk mewujudkan harapan meraih kursi tersebut," katanya.

Para caleg pun melakukan berbagai cara untuk mengumpulkan modal mulai dari meminjam uang, menjual harta benda, hingga menggadaikannya.

Berbagai rumah sakit jiwa provinsi juga sudah memprediksi akan banyak orang terganggu jiwanya setelah Pemilu tanggal 9 April nanti.

"Tentu kita harus belajar dari pengalaman pemilu 2009. Terjadi peningkatan orang dengan sakit jiwa akibat Pemilu 2009, gangguan jiwa yang terjadi mulai dari depresi, psikosis, bahkan bunuh diri," kata dr Ari.

Kecewa dan stres merupakan faktor utama yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan kejiwaan yang pada akhirnya dapat mengganggu fisik seseorang.

Gangguan jiwa yang terjadi bisa ringan sampai berat. Mulai dari sakit kepala, susah tidur atau nafsu makan menurun, depresi, sampai yang berat, seperti psikosis akut.

Berbagai gangguan sistem organ bisa terjadi akibat adanya faktor stres tersebut. Hal itu disebut sebagai gangguan psikosomatik.

"Stres akan memperburuk penyakit-penyakit kronik yang sudah ada sebelumnya," jelas dia.

Berbagai penyakit kronis yang dapat diperberat oleh adanya faktor stres antara lain penyakit kencing manis, sakit jantung, stroke, hipertensi, penyakit rematik baik sendi maupun non sendi, gangguan seksual, ganguan buang air kecil, obesitas, kehilangan daya ingat, infertilitas, masalah tiroid (gondok), penyakit autoimun, asma bronkiale serta sindrom usus iritabel (irritable bowel syndrome/IBS).

Untuk mengatasi agar para caleg jauh dari gangguan jiwa, Ari meminta agar para caleg siap kalah dan siap menang. Juga mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon