Eva Arisuci Rudjito
Bekerja Sambil Beramal
Selasa, 25 Maret 2014 | 12:35 WIB
Bagi sebagian besar orang, penghasilan atau uang merupakan motivasi dan alasan utama kenapa bekerja di sebuah perusahaan. Namun, sebuah pekerjaan akan lebih menyenangkan jika bisa memberikan kesempatan bagi seseorang untuk berbuat amal dan kebaikan lebih banyak kepada masyarakat luas.
Hal itu terjadi pada Marketing Manager Skin Cleansing PT Unilever Indonesia Tbk, Eva Arisuci Rudjito. Baginya, bekerja bukan hanya mencari uang, tapi juga bisa berkontribusi dan lebih bermanfaat untuk masyarakat luas. Karena itu, ia selalu menjalani pekerjaannya dengan senang hati.
Wanita yang akrab disapa Uci, ini mengatakan pekerjaannya saat ini memberikan kesempatan untuk berbagi dengan masyarakat. Beberapa di antaranya dikerjakannya melalui berbagai kegiatan sosial di bidang kesehatan yang diadakan oleh berbagai brand di bawah kepemimpinannya, seperti produk Lifebuoy, Dove, dan Lux.
Dia pun menjalani pekerjaannya bukan untuk mengejar penjualan dan keuntungan perusahaan semata, tapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi dengan orang lain. "Istilahnya, saya bekerja bukan hanya mencari uang, tapi juga sekaligus dapat berkontribusi dan berguna bagi mayarakat. Hal ini merupakan sesuatu yang sudah diajarkan orangtua saya sejak kecil," kata Uci di Jakarta, belum lama ini.
Dia mencontohkan, Lifebuoy memberikan edukasi dan mendukung gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), yang merupakan bagian dari usaha pencegahan terhadap beberapa penyakit seperti direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kampanye gerakan CTPS selama ini terbukti dapat menyelamatkan banyak orang, terutama anak-anak Indonesia.
Uci mengatakan, berdasarkan Data Kementerian Kesehatan, dua per tiga dari kematian anak usia di bawah lima tahun (balita) diakibatkan oleh penyakit seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Hal itu sangat ironis. Karena, diare dan ISPA sebenarnya dapat dicegah melalui kebiasaan yang sederhana, murah, dan mudah. Kebiasaan tersebut tak lain CTPS dengan air mengalir, yang dapat menurunkan risiko diare hingga 50 persen dan ISPA hingga 45 persen.
Kegiatan sosial tersebut diadakan berdasarkan prinsip yang diterapkan perusahaannya, yaitu sustainability living plan. Prinsip itu merupakan penerapan cara berbisnis yang juga membuat masyarakat sekitar berkembang dan tumbuh bersama dengan bisnis perusahaan. "Itulah mengapa kami memulainya dengan upaya kesehatan untuk masyarakat," ujarnya.
Perjalanan Karier
Uci menceritakan perjalanan kariernya di Unilever dimulai sejak 1996. Sebagian besar bidang yang pernah digelutinya di perusahaan tersebut pada bagian marketing.
Setelah lulus kuliah dari jurusan Keuangan Binghamton University, Amerika Serikat, dia langsung bergabung dengan Unilever sebagai management trainee di produk Rinso. Lalu, Uci dipromosikan menjadi asisten manajer Comfort (kini berubah menjadi Molto), kemudian manajer Hazeline & Vaseline.
Kariernya pun terus menanjak dan sempat dikirim ke Negeri Piza, Italia, untuk menempati posisi manajer merek global Oral Care selama dua tahun, pada 2002 dan 2004. "Kalau posisi tersebut merupakan pertama kali bagi saya untuk global brand," tambahnya.
Setelah itu, Uci kembali ke Indonesia dan ditempatkan menjadi manajer pemasaran Oral Care (Close Up dan Pepsodent). Ia sempat cuti setahun. Selanjutnya, Uci sempat keluar dari Unilever dan bekerja di ABN Amro pada bagian komunikasi pemasaran.
Namun setelah itu, Uci memutuskan kembali bekerja di Unilever hingga mencapai posisinya saat ini. Ia mengatakan, bidang yang digelutinya di kantor sekarang sangat erat sekali dengan kehidupan kesehariannya, sehingga menyenangkan untuk dijalani.
"Saya merasa sangat erat sekali dengan pekerjaan yang digeluti ini. Terlebih, caranya berkomunikasi berbeda-beda dan membuat saya senang," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




