PDIP Dinilai Setengah Hati Tetapkan Jokowi Jadi Capres
Rabu, 2 April 2014 | 19:57 WIB
Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai belum bulat menetapkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (Capres). PDIP berlambang banteng moncong putih ini terlihat setengah hati menetapkan mantan Walikota Solo itu sebagai Capres.
Buktinya, belum ada iklan, baik di media cetak maupun elektronik yang menampilkan sosok Jokowi. Di sisi lain, iklan yang tampil di mana-mana malah dari Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
"Kalau model seperti itu berarti masih setengah hati. Ini ada apa? Iklan Jokowi tidak ada sama sekali. Malah yang muncul di mana-mana iklan Puan," kata pengamat politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya di Jakarta, Rabu (2/4).
Ia menjelaskan dukungan setengah hati seperti itu akan sangat berbahaya bagi PDIP dan Jokowi. Partai itu bisa hilang peluang untuk menjadi pemenang pemilu dan menduduki jabatan presiden jika dukungan terhadap Jokowi belum bulat.
Menurutnya, dukungan setengah hati itu karena di internal PDIP sendiri masih terjadi konflik. Berbagai aliran politik yang ada dalam PDIP adalah salah satu sumber terjadinya konflik.
"Jika sudah ada iklan Jokowi berarti itu sudah ketemu kesepakatan internal. Kalau belum ada iklan Jokowi di mana-mana, maka dukungannya masih setengah hati," ujarnya.
Dia menegaskan dukungan setengah hati bukan berarti Jokowi adalah capres boneka seperti kritik capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto. Capres boneka berarti ada dalangnya.
Sementara dukungan setengah hati adalah belum solidnya dukungan terhadap Jokowi. Dia melihat belum solidnya dukungan itu yang terjadi pada PDIP saat ini.
Yunarto juga menjelaskan efek Jokowi ditetapkan menjadi Capres. Setelah ditetapkan, grafik kenaikan elektabilitas PDIP tidak sebesar naiknya elektabilitas Jokowi.
Elektabilitas Jokowi naik tinggi setelah ditetapkan menjadi Capres, tetapi elektabilitas PDIP masih saja datar.
Kesenjangan (gap) yang terjadi ini harus diisi oleh PDIP. Masih ada satu minggu untuk meningkatkan elektabilitas PDIP.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




