Formula 1 Bahrain Dibayangi Protes Oposisi
Kamis, 3 April 2014 | 20:46 WIB
Dubai - Bahrain mulai memperketat keamanan, Kamis (3/4), menjelang dimulainya event balapan Formula 1 yang akan berlangsung tiga hari sejak sesi latihan Jumat ini, setelah kubu oposisi dari kelompok Shiah melontarkan ancaman untuk menggelar aksi protes ketika mata dunia tertuju ke ajang ini.
Sejak 2011, aksi demonstrasi menentang kekuasaan keluarga Al-Khalifa menjadi peristiwa rutin setiap balapan digelar.
Bentrok antara demonstran dan pasukan keamanan sering terjadi di pinggiran kota Manama. Oposisi menuntut dinasti Khalifa melepas cengkeraman mereka atas setiap jabatan penting di kabinet, dan menggelar pemilu untuk memilih pemerintah.
Polisi mengerahkan anggotanya di sepanjang jalan utama antara Manama dan Sirkuit Sakhir.
Kelompok oposisi Al-Wefaq menyerukan demonstrasi massal Jumat ini di Jalan Budaya, 4 kilometer dari Manama.
Pemimpin kelompok tersebut, Sheikh Ali Salman, meminta pendukungnya untuk menggelar aksi "secara damai dan menarik perhatian dari hadirnya media asing yang meliput F1, sehingga dunia bisa mendengar suara oposisi dan tuntutannya, dan juga penindasan yang kami derita di negara ini."
Aksi damai oleh kelompok Al-Wefaq biasanya ditolerir pemerintah dan jarang menimbulkan bentrok.
Namun aksi protes oleh kelompok radikal Koalisi Muda Revolusi 14 Februari sering menimbulkan bentrok dengan polisi.
Kelompok ini dituduh memiliki hubungan dengan kelompok Shiah Iran, dan juga menyerukan demonstrasi hari Jumat nanti dengan slogan "hentikan Formula berlumuran darah."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




