Fox International Channels: Indonesia Pangsa Pasar Potensial

Senin, 7 April 2014 | 11:09 WIB
NF
B
Penulis: Nadia Felicia | Editor: B1
Ilustrasi film box office
Ilustrasi film box office (Istimewa)

Bali - Indonesia dipandang sebagai pangsa pasar yang menggairahkan bagi persaingan televisi berbayar. Dibanding negara-negara tetangga, penetrasi televisi berbayar di Tanah Air dinilai masih rendah. Sementara negara-negara tetangga sudah lebih dari 20%.

"Penetrasi televisi berbayar di Indonesia baru mencapai delapan persen. Sementara negara-negara Asia lainnya sudah cukup tinggi. Korea Selatan sudah mencapai 100%, kemudian India sudah 81%, Singapura mencapai 68%, Malaysia 53%, dan Thailand 28%," kata Cam Walker, VP Territory Head Fox International Channels (FIC) di Bali, Sabtu (5/4).

Menurut Walker, hal ini menggairahkan karena saat ini jumlah rumah tangga di Indonesia yang memiliki televisi di rumahnya terdapat sekitar 40 juta (sekitar 60%). Di antara itu, baru 3 juta pelanggan televisi berbayar (sekitar delapan persen).

"Artinya, potensinya masih sangat besar. Ditambah lagi sebagian masyarakat bosan dengan tipe tayangan yang sama dan berulang di televisi swasta nasional. Tayangan-tayangan di televisi berbayar memberikan alternatif yang dinanti," imbuh Walker usai konferensi pers.

Indonesia, dilihat Walker sebagai pangsa pasar potensial karena masih ada banyak masyarakat yang belum terambah. "Saat ini Indonesia adalah pangsa pasar terbesar di Asia Tenggara. Bagi FIC, Indonesia berada di level kelima terbesar di kawasan Asia Pasifik/Timur Tengah. Untuk internasional, Indonesia berada di 10 besar. Nah, bayangkan bila pasar delapan persen tadi berkembang menjadi 40% atau 50%," tambah Walker.

Menekankan pentingnya pasar Indonesia bagi FIC, Walker mengatakan, kantor pusatnya pun menunjukkan gelagat untuk memberi perhatian besar ke pasar ini.

"Pada tanggal 22 April mendatang, COO FIC Hernan Lopez akan datang ke Jakarta, Indonesia. Ini baru pertama kali terjadi. Ini menunjukkan besarnya ketertarikan kami terhadap Indonesia. Lopez berasal dari Brasil, yang adalah pasar terbesar kami. Dia melihat ada banyak kesamaan antara Brasil dan Indonesia. Ia juga sempat mengungkap secara khusus tentang Indonesia saat hadir di sebuah konvensi media di Hongkong. Jadi, kami melihat optimisme besar. Potensi Indonesia sangat besar. Bersama partner-partner kami dan elemen-elemen lain, kami yakin pasar ini akan meningkat tinggi," kata Walker.

Walker juga mengingatkan, saat ini sudah ada banyak operator tayangan televisi berlangganan di Indonesia yang melihat kesempatan serupa.

"Ada sekitar 14 operator yang sudah beroperasi di Indonesia. Sepertinya akan bertambah sekitar tiga lagi. Namun, saya melihat tiga pemain besar, yakni First Media, Indovision, dan TelkomVision," tambah Walker.

Hal ini juga ditunjang dengan beberapa faktor tambahan yang membuat Indonesia sebagai pangsa pasar potensial, yakni: kemajuan teknologi, pertumbuhan ekonomi, perubahan kebiasaan menonton, dan beberapa hal lainnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon