"Exit Poll" Indikator-Metro TV: PDIP Paling Banyak Dipilih

Rabu, 9 April 2014 | 16:54 WIB
RW
B
Penulis: Robertus Wardi | Editor: B1
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri memberikan orasi pada Kampanye dan Rapat Akbar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pelataran Benteng Kuto Besak Palembang,Sumsel, Jumat (28/3). Ribuan pendukung dan Simpatisan PDIP meramaikan Benteng Kuto Besak.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri memberikan orasi pada Kampanye dan Rapat Akbar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pelataran Benteng Kuto Besak Palembang,Sumsel, Jumat (28/3). Ribuan pendukung dan Simpatisan PDIP meramaikan Benteng Kuto Besak. (Antara/Feny Selly)

Jakarta - Lembaga survei Indikator bekerja sama dengan Metro TV dalam memetakan serta membaca hasil pemilihan legislatif (Pileg) mengeluarkan exit poll bersama. Exit poll berbeda dengan hitungan cepat (quick count).

Hasil exit poll menyebutkan empat partai teratas yang paling banyak dipilih adalah PDIP 14,6 persen. Kemudian disusul Golkar 11,5 persen, Gerindra 9,4 persen dan Demokrat 7,5 persen.

"Dari 12 peserta pemilu nasional, ada 10 partai yang akan lolos ambang batas masuk parlemen atau parliamentary treshoold (PT). Dua partai lain yang kemungkinan tidak lolos yaitu PBB yang hanya 1,2 persen dan PKPI 0,7 persen," kata peneliti senior dari Indikator Dodi Ambardi dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (9/4) sore.

Dodi menjelaskan awalnya, Indikator dan Metro TV ini melakukan quick count. Namun batal dilakukan karena hingga pukul 15.00 WIB, data dari daerah belum masuk.

Menurutnya, dari hasil exit poll menunjukkan Hanura paling banyak dilihat di TV, tetapi hal itu tidak berpengaruh pada peningkatan suara Hanura. Justru kampanye PDIP yang lebih gencar mengunjungi pemilih dan sosialisasi luar ruangan seperti spanduk, stiker, poster cukup memberikan efek pada pilihan.

"Politik uang tampak masih terjadi. Cukup banyak yang toleran pada politik uang, namun belum tentu berefek pada pilihan karena pilihan ditentukan sendiri, tidak terpengaruh oleh pemberi uang," tuturnya.

Dia menambahkan exit poll yang dilakukan mengambil sampel 2.000 responden dengan tingkat kesalahan 2,7 persen. Responden diambil dari berbagai TPS di tanah air. Exit poll adalah penelitian perilaku memilih ketika pemilih berada di TPS.

Metode polling ini dilakukan dengan cara menanyai pemilih setelah mereka keluar dari TPS. Berbeda dengan quick count yang menjadikan suara TPS sebagai sampel, exit poll menjadikan pemilih yang baru keluar TPS sebagai respondennya.

Exit poll lebih menargetkan data demografi pemilih, bukan memprediksi siapa yang bakal menang dalam pemilu atau pilkada. Data demografi yang dicari biasanya adalah usia, agama, suku, gender, tingkat pendidikan, pendapatan, latar belakang pilihan partai politik, afiliasi ormas keagamaan dan lain-lain. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon