Bukan Rhoma Effect yang Menaikkan Suara PKB
Kamis, 10 April 2014 | 10:01 WIB
Jakarta - Suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang naik sekitar dua kali lipat dinilai efek dari semakin melekatnya partai besutan Muhaimin Iskandar itu dengan lembaga Nahdatu Ulama (NU).
Sehingga kenaikan raihan suara PKB sebenarnya lebih disebabkan solidnya dukungan NU ke partai itu akibat strategi partai yang baik.
"Yang terjadi bukan Rhoma Irama effect. Karena di dalam survei, elektabilitas Rhoma Irama itu kecil. Yang terjadi adalah NU effect di mana suara NU berkumpul kembali ke PKB," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (10/4).
Jumlah massa NU di Indonesia itu mencapai lebih 30 persen warga Muslim di seluruh Indonesia. Berkumpulnya suara NU ke PKB adalah berkat tangan dingin Muhaimin, yang mau mengalah dan memberi tempat besar pada sosok seperti Rhoma Irama dan Ahmad Dani dalam kampanye-kampanye.
Sementara Rusdi Kirana sebagai Wakil Ketua Umum diberi kebebasan dengan sumber dayanya. Di sisi lain, Mahfud MD dan Jusuf Kalla, sebagai capres, diberi ruang dengan pemberitaan-pemberitaannya.
"Dan pamungkas, tampilnya Said Aqil Siradj yakni Ketua Umum PB NU dalam iklan-iklan resmi PKB," tandas Qodari.
Sebagai buktinya, lanjut Qodari, hasil analisa exit poll Kompas menunjukkan 90 persen suara PKB berasal dari warga NU
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




