Boeing: Pesawat Kepresidenan RI Hebat dan Hemat

Kamis, 10 April 2014 | 14:48 WIB
ES
FB
Penulis: Ezra Sihite | Editor: FMB
Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia mendarat perdana di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/4). Pesawat RI 1 jenis Boeing Bussiness Jet 2 (BBJ2) varian dari Boeing 737 seri 800 yang memiliki spesifikasi dan desain interior khusus untuk penerbangan VVIP dan baru pertama kali dimiliki oleh Indonesia tersebut dibeli pemerintah seharga US$89,6 juta atau sekitar Rp847 miliar.
Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia mendarat perdana di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/4). Pesawat RI 1 jenis Boeing Bussiness Jet 2 (BBJ2) varian dari Boeing 737 seri 800 yang memiliki spesifikasi dan desain interior khusus untuk penerbangan VVIP dan baru pertama kali dimiliki oleh Indonesia tersebut dibeli pemerintah seharga US$89,6 juta atau sekitar Rp847 miliar. (Antara/Widodo S.Jusuf)

Jakarta - Dalam serah terima dari pihak Boeing kepada Kementerian Sekretaris Negara, Vice President Boeing International dan President Boeing for South East Asia, Ralph S. Boyce mengatakan bahwa pesawat berjenis Boeing Business Jet 2 (BBJ 2) yang dipesan Indonesia tersebut tak hanya kuat dalam performanya namun juga ekonomis. Pesawat itu kata dia juga cocok dimiliki oleh negara dengan tekstur negara kepulauan seperti nusantara Indonesia.

"Pesawat ini memiliki performa yang kuat, jangkauan luas dan yang tak kalah penting ekonomis," demikian disampaikan Ralph Boyce di lapangan udara Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/4).

Pesawat yang dibeli dengan biaya hingga Rp 840 miliar tersebut dipesan sejak empat tahun silam. Boeing kata Boyce sangat bangga bisa menjadi produsen yang dipilih Indonesia untuk menciptakan pesawat kepresidenan dan pula desainnya sudah diadaptasikan dengan kebutuhan presiden.

"Tak disangkal harus dengan kerja keras membuat pesawat ini dan keindahan pesawat ini bisa dilihat sebagai buktinya," lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Sudi Silalahi mengatakan pembelian pesawat kepresidenan memang karena kemampuan keuangan negara sudah mencukupi. Apalagi kata dia jika diperhitungkan, membeli pesawat sendiri jauh lebih hemat dibandingkan menggunakan pesawat sewaan seperti yang selama ini dilakukan.

"Penghematan anggaran negara selama masa pakai pesawat ini di beberapa tahun mendatang akan dapat menghemat kisaran sebesar Rp 114,2 miliar setiap tahunnya," kata Sudi Silalahi dalam kesempatan yang sama.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon