Peternak Minta Urusan Daging Tak Dipolitisir

Jumat, 11 April 2014 | 17:41 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Dua pedagang menata daging sapi yang dijual di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (17/9). Menurut Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) realisasi impor sapi siap potong menjadi solusi paling cepat untuk menambah pasokan guna menstabilkan harga yang kini berada di kisaran Rp.90 ribu-Rp.95 ribu per kg.
Dua pedagang menata daging sapi yang dijual di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (17/9). Menurut Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) realisasi impor sapi siap potong menjadi solusi paling cepat untuk menambah pasokan guna menstabilkan harga yang kini berada di kisaran Rp.90 ribu-Rp.95 ribu per kg. (Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta - Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana minta urusan yang terkait dengan daging tidak dipolitisasi hingga menimbulkan gejolak harga yang meresahkan seperti yang terjadi tahun lalu.

"Urusan daging jangan lagi ada cemaran politik," kata Teguh Boediyana di Jakarta, Jumat (11/4).

Ia mengatakan daging selama ini erat kaitannya dengan hajat hidup orang banyak terutama kesejahteraan peternak lokal.

Oleh karena itu Teguh minta pemerintah memberikan dukungan dan perlindungan dalam hal pengembangan peternakan rakyat.

"Soal daging memang tetap pada bagaimana potensi lokal harus dikembangkan," katanya.

Bagi peternak, kata Teguh, impor daging harus diposisikan sebagai pelengkap kebutuhan bukan sumber pasokan utama.

"Impor harus diposisikan sebagai hal komplementer, hanya sebagai penutup atas kekurangan," katanya.

Pihaknya juga minta keberpihakan pemerintah kepada peternak lokal melalui berbagai program dukungan termasuk peremajaan bibit, perkuatan modal, hingga pelatihan sumber daya peternak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon