Jelang UN, Ratusan Siswa SMK Gelar Dzikir Bersama
Sabtu, 12 April 2014 | 22:13 WIB
Baturaja - Ratusan siswa SMK Negeri 2 Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan menggelar dzikir dan doa bersama menjelang Ujian Nasional, Sabtu, agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam pelaksanaannya pada Senin (14/4) nanti.
"Mudah-mudahan dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tidak ada hambatan," kata Kepala Sekolah SMK Negeri 2, Drs Rohan Tanjung melalui Wakilnya Hamlaini di Baturaja, Sabtu (12/4).
Dikatakannya, dzikir dan doa bersama yang dipusatkan di aula sekolah setempat dilakukan guna mempersiapkan mental siswa agar lebih tenang saat proses ujian.
Selain itu, dzikir oleh seluruh siswa kelas XII tersebut, juga merupakan rangkaian acara dari pihak sekolah yang sudah direncanakan sebelumnya.
"Kegiatan ini diisi dengan pengarahan dari kepala sekolah, membaca Surah Yasin bersama, siraman rohani, dzikir dan shalawat. Di samping itu, sejak bulan Oktober lalu kita sudah menambah jam belajar siswa kelas XII," ujar Hamlaini.
Dikemukakannya, pihak sekolah sejak Oktober lalu juga sudah memanggil semua wali murid khususnya kelas yang akan mengikuti UN guna memberikan pengawasan saat di luar jam sekolah.
Pemanggilan wali murid, mengingat sepertiga waktu anak-anak dihabiskan di luar sekolah, tentu peran orang tua sangat diperlukan, katanya.
Ia mengungkapkan, pada Ujian Nasional tahun ini sebanyak 135 murid di SMK Negeri 2 akan mengikuti ujian dan diharapkan semuanya lulus.
"Tahun lalu siswa kita lulus semua, untuk tahun ini kita targetkan juga lulus 100 persen" ujarnya.
Pantauan di lapangan, ratusan siswa SMK Negeri 2 di kawasan Kecamatan Baturaja Timur itu khusuk melakukan dzikir dan doa bersama.
Bahkan, beberapa siswa tersebut meneteskan air mata karena terharu dengan suasana Islami ketika lantunan ayat suci Al Qur'an surat Yasin dibacakan.
"Saya terharu dan semoga doa kami diijabah oleh Allah SWT untuk menghadapi UN ini," ujar Tina, salah satu siswi sambil mengusap air matanya.
Geiza, siswi lainnya juga berharap doa dan dzikir yang diikutinya guna memperkuat mental dan keseiapan saat UN nanti.
Mengenai adanya isu bocoran soal UN, ia mengaku tidak mempercayai hal tersebut.
"Biasanya memang ada yang mengirim pesan singkat lewat telepon genggam (SMS) ataupun via BBM seperti pengalaman kakak tingkat yang sebelumnya, tapi saya pribadi tak akan mempercayai hal itu," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




