Sauna, di Balik Senyuman Orang Finlandia

Senin, 14 April 2014 | 02:51 WIB
FH
B
Penulis: Febriamy Hutapea | Editor: B1
Ruang sauna berbahan kayu khas Finlandia.
Ruang sauna berbahan kayu khas Finlandia. (Istimewa)

Helsinki - Sebagai salah satu negara Nordik yang terletak di Eropa Utara, Finlandia dikenal sebagai kota yang sangat dingin. Tak hanya cuacanya, tapi juga sikap mereka jika bertemu dengan orang asing.

Mereka tidak suka orang lain berdiri terlalu dekat, bersuara terlalu keras dan bersikap terlalu ramah. Sebisa mungkin mereka tidak melakukan kontak mata dengan orang lain saat berada di trem, bus atau kereta.

"Bahkan kalau memungkinkan, kami lebih memilih kursi sendiri yang tidak berdempet dengan kursi orang lain," kata Ulla Janhonen, Managing Editor Anna Magazine, salah satu majalah perempuan terbesar di Finlandia.

Tak seperti orang Eropa lainnya yang suka memeluk atau mencium, berjabat tangan dianggap cukup bagi orang Finlandia untuk sebuah sapaan. Jika ada orang yang memberikan senyuman di jalan, orang itu bisa dianggap gila atau sedang mabuk.

Orang Finlandia juga adalah orang yang tertutup dan menjunjung tinggi privasi. Mereka tidak akan bertanya jika orang lain tidak bercerita. Sebaliknya, mereka tidak ingin hal-hal pribadi mereka menjadi konsumsi pembicaraan.

"Saat dua orang berteman dekat pun, jika salah satu orang mengatakan dia akan berkencan, temannya itu tidak akan bertanya bagaimana kencan itu berlangsung. Itu adalah urusan pribadi dan tidak perlu ditanyakan jika tidak diceritakan," kata Sonja Potenze, warga Finlandia keturunan Argentina.

Sikap irit bicara orang Finlandia ini membuat mereka terkesan sebagai orang yang sombong dan cuek. "Kami memang hemat untuk berkata-kata. Kalau bisa menjawab dengan hanya 'ya' dan 'tidak', untuk apa berbicara lebih panjang lagi?" ujar Ulla sambil tertawa.

Menurutnya, karakter orang Finlandia yang tak banyak bicara dipengaruhi oleh gaya kehidupan nenek moyang mereka yang dulunya tinggal di hutan dan hidup berjauhan. "Hal itu membuat kami jarang berbicara dengan satu sama lain," sambung Ulla.

Sekitar 76 persen dari area Finlandia seluas 338.000 kilometer persegi adalah hutan dan wilayah sebesar itu hanya dihuni oleh 5,8 juta orang.

"Mungkin itu sebabnya penemu SMS (short messaging service) adalah orang Finlandia, karena kami terlalu malas berbicara secara langsung," ujar Ulla tersenyum.

Matti Makkonen asal Finlandia adalah orang yang berperan penting di balik konsep teknologi pesan singkat yang mulai merebak di akhir tahun 1990-an.

Walau terlihat dingin, namun kalau Anda berhasil mencuri hati orang Finlandia, mereka akan menjadi sangat hangat dan loyal. Apa tandanya? Saat Anda sudah diajak bersauna.

"Hati-hati kalau orang Finlandia sudah mulai berbicara, kami bisa bercerita panjang-lebar menceritakan sejarah hidup kami. Jadi mungkin orang lebih memilih tidak memulai pembicaraan," kata Ula.

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai tipikal dan kebiasaan orang Finlandia? Berikut uraiannya.

1. Sauna
Ini mungkin merupakan salah satu tradisi sakral bagi masyarakat Finlandia. Sauna dianggap sangat penting, sepenting roti dan mentega. Masyarakat Finlandia tergila-gila dengan sauna dan biasa melakukannya setidaknya satu kali dalam seminggu.

Bahkan di zaman dulu, sauna dijadikan sebagai tempat untuk melahirkan karena ruangannya dianggap steril dan higienis.

Itu mengapa hampir di setiap rumah atau gedung apartemen memiliki ruang sauna. Tradisi orang Finlandia bersauna dilakukan sambil minum bir dan membiarkan suhu 100-150 derajat Celcius melunakkan otot dan kulit mereka.

Setelah sekitar 15 menitan, mereka keluar dari ruang sauna dan langsung berenang dalam air laut yang dingin atau membilas tubuh mereka dengan air yang sangat dingin, kemudian masuk lagi ke ruang sauna.

Ritual bolak-balik suhu panas dan dingin itu diulang hingga tiga sesi. Perubahan suhu ekstrem diyakini memperlancar peredaran darah dan bagus untuk kesehatan.

Berenang atau berendam outdoor saat musim dingin biasa dilakukan warga Finlandia

Pada sebagian keluarga, sauna dilakukan bersama-sama dengan kondisi telanjang walau berlainan jenis kelamin. "Kami sudah melakukannya sejak kecil. Saya dan suami bersauna bersama ayah saya. Dan itu biasa," kata Sanna Kantola, jurnalis freelance yang tinggal di Helsinki.

Sauna juga biasa dilakukan untuk negosiasi kepentingan bisnis karena tempat itu dianggap rileks dan membuat suasana menjadi cair. Bahkan di gedung parlemen Finlandia pun disediakan fasilitas sauna.

Bagi orang Finlandia yang karakternya cenderung tertutup, sauna bisa dijadikan sebagai momen untuk bercerita soal kehidupan pribadi karena ruangan itu dianggap privat dan aman.

                                                                           Berikutnya: 2. Masih Emosional soal Nokia

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon