Dukung Kepatuhan Pengobatan, Pfizer Perkenalkan HCPP

Rabu, 16 April 2014 | 06:26 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Sreeraj Roy, Marketing Advisor PT Pfizer Indonesia; dr. Ikhsan Mokoagow., M. Med. Sci - Spesialis Penykit Dalam; Meta Pramana, S.Si., Apt - Apoteker dari Apotek Rini dan Widyaretna Buenastuti - Public Affairs & Communications Director PT Pfizer Indonesia pada kesempatan acara Pfizer Press Circle memberikan penjelasan mengenai HCCP.
Sreeraj Roy, Marketing Advisor PT Pfizer Indonesia; dr. Ikhsan Mokoagow., M. Med. Sci - Spesialis Penykit Dalam; Meta Pramana, S.Si., Apt - Apoteker dari Apotek Rini dan Widyaretna Buenastuti - Public Affairs & Communications Director PT Pfizer Indonesia pada kesempatan acara Pfizer Press Circle memberikan penjelasan mengenai HCCP. (Istimewa)

Jakarta - PT Pfizer Indonesia (Pfizer), perusahaan farmasi dengan produk-produk berbasis riset, kembali memperkenalkan Healthcare Compliance Program (HCCP), yang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas baru kepada masyarakat.

HCCP sendiri merupakan program yang dirancang oleh Pfizer Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam pengobatan sekaligus menyediakan akses kesehatan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Kepatuhan pengobatan berpengaruh pada hasil pengobatan yang maksimal, karenanya pada tahun 2014 ini HCCP melakukan upaya peningkatan kualitas program dengan menambah berbagai fasilitas edukasi dan memperluas akses kesehatan untuk masyarakat.

"Penambahan fasilitas dan perluasan akses kesehatan untuk masyarakat melalui HCCP dilakukan karena kami amat menyadari pentingnya kepatuhan pasien di dalam mengikuti anjuran terapi pengobatan yang diberikan, penambahan dilakukan pada fasilitas edukasi dengan memberikan layanan informasi melalui bulletin, SMS, email, website dan kegiatan seminar serta memberikan informasi program lewat tenaga lapangan dan memanfaatkan media," kata Widyaretna Buenastuti, Public Affairs & Communication Director PT Pfizer Indonesia dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (15/4).

Sementara itu, Dr. Ikhsan Mokoagow, SpPD., M. Med. Sci-Spesialis Penyakit Dalam, menyatakan, Kepatuhan pengobatan merupakan salah satu faktor penting di dalam upaya pengelolaan terhadap penyakit yang diderita oleh pasien.

"Apalagi untuk pasien-pasien penderita penyakit kronis yang memerlukan terapi rutin di antaranya seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular, sehingga dapat diperoleh hasil pengobatan yang optimal," tambah Dr. Ikhsan.

Terlebih, lanjut dia, salah satu penelitian yang pernah dilakukan menunjukkan, tingkat kepatuhan pengobatan terhadap penyakit kronis hanya berkisar 43% sampai 78%. Padahal, dianjurkan agar tingkat kepatuhan mencapai setidaknya 80% atau idealnya 95%.

Selain itu, kata Dr. Ikhsan, berbagai penelitian yang dilakukan serta dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah kesehatan menunjukkan berbagai hal yang mempengaruhi ketidakpatuhan pengobatan tersebut.

"Ketidakpahaman pasien terhadap penyakit yang dideritanya, manfaat pengobatan yang diterimanya dapat menjadi penyebab ketidakpatuhan. Di samping itu, beragam faktor lain juga berperan dalam menyebabkan rendahnya kepatuhan seperti faktor ketidaktahuan pasien tentang penggunaan obat yang tepat, petunjuk penggunaan obat yang kompleks, akses terhadap obat-obatan termasuk di dalamnya faktor finansial, gangguan kognitif hingga efek samping dari obat itu sendiri," tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan Dr Ikhsan, persoalan pokok dari masalah diatas adalah soal pengetahuan yang kurang. Karenanya, yang perlu dilakukan adalah edukasi menyeluruh mengenai kondisi kesehatan seorang pasien agar memiliki pengetahuan tentang penyakit yang dideritanya, manfaat pengobatan yang sedang dijalaninya, bagaimana proses perjalanan penyakit yang akan dilalui.

"Nantinya, diharapkan pasien menjadi akan lebih sadar atas akibat yang dapat ditimbulkan oleh penyakitnya jika tidak mentaati pengobatan yang diberikan," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon