Berpotensi Tidak Lolos, Caleg-caleg Petahana Kritik Sistem Pemilu

Selasa, 22 April 2014 | 11:22 WIB
CP
FB
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: FMB
Pemilu 2014
Pemilu 2014 (Istimewa)

Jakarta - Anggota DPR petahana yang maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) rawan tidak terpilih kembali. Sistem pemilu terbuka atau suara terbanyak dinilai sebagai penyebab. Sebab, persaingan antar caleg baik internal maupun eksternal semakin ketat. Politik uang menjadi kian merajalela.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar (FPG) yang menjabat Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Thohari mengaku belum bisa memastikan dirinya dapat terpilih kembali. "Belum bisa dipastikan sama sekali terpilih," kata Hajriyanto di Jakarta, Selasa (22/4).

Dia menyatakan bahwa sistem pemilu terbuka perlu dievaluasi. "Sistem pemilu sekarang ini sangat buruk, penuh politik uang, sementara sistem penghitungannya sangat lemah penuh dengan indikasi manipulasi mark up dan tanda-tanda penggelembungan di lapangan dari tingkat bawah sampai kecamatan dan kabupaten. Sistem pemilu sekarang ini tidak sesuai dengan watak dan kultur bangsa. Mutlak harus diganti," tegasnya.

Dia berharap figur yang menggantikannya dapat lebih berhasil menjadi wakil rakyat. Dia mengaku ikhlas apabila gagal terpilih. "Saya sadar sepenuhnya banyak kekurangan. Saya jarang atau bahkan tidak pernah membawa secara langsung proyek-proyek pembangunan ke daerah," sindir caleg daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IV ini.

Sementara itu, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Eva Kusuma Sundari juga bersikap pesimis dapat duduk kembali di Senayan. Eva yang merupakan caleg Dapil Jawa Timur V mengaku dicurangi. Penyebabnya adalah praktek politik uang ataupun serangan fajar yang merajalela oleh caleg lain.

"Banyak caleg yang tidak mau turun ke dapil, tapi justru memperoleh banyak suara. Kalau enggak ada serangan fajar, aku menang. Kalau enggak ada ‘amplop, ya kalah," kata Eva.

Anggota Komisi III DPR ini mengkritik sistem terbuka yang digunakan dalam pemilu legislatif. "Sistem politik sekarang membuat banyak caleg menggunakan berbagai cara curang untuk menang. Sistem sekarang seperti gladiator, saling bersaing antarpersonal," pungkasnya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon