Menkes Lepas 405 Dokter PTT ke Daerah Terpencil

Senin, 28 April 2014 | 13:55 WIB
DM
B
Penulis: Dina Manafe | Editor: B1
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi (kiri) menyampaikan paparan dalam rapat kerja dengan Komisi IX di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (28/11).
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi (kiri) menyampaikan paparan dalam rapat kerja dengan Komisi IX di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (28/11). (Antara/Puspa Perwitasari)

Jakarta - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi melepas 405 dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang akan bertugas ke daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Dokter lulusan dari Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat ini terdiri dari 238 dokter umum dan 167 dokter gigi.

Di waktu yang bersamaan juga dilepas dokter PTT lulusan 13 provinsi lainnya oleh Kepala Dinas Kesehatan provinsi di masing-masing daerah. Mereka mulai bertugas tanggal 5 Mei 2014 dan selama dua tahun di DTPK dan daerah bermasalah kesehatan di luar pulau Jawa dan Bali.

Nafsiah Mboi mengatakan, penempatan PTT dimaksudkan untuk meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu. Sebagian dari mereka akan ditempatkan di kabupaten/kota lain yang mempunyai puskesmas dengan kriteria terpencil dan sangat terpencil.

"Kalian yang bersedia menjadi dokter PTT pasti mengalir darah petualang dan jiwa pengabdian tinggi pada rakyat, dan itu modal besar bagi seorang dokter untuk betah di tempat tugas," kata Menkes dalam sambutannya.

Menurut Menkes, dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tenaga kesehatan yang bertugas di layanan kesehatan primer, seperti puskesmas, klinik, dan dokter praktek swasta, berfungsi sebagai kontak pertama dengan pasien sekaligus penapis rujukan. Dengan demikian, sebagian besar pelayanan kesehatan dapat di selesaikan di tingkat primer.

Khusus kepada dokter PTT mendapatkan penugasan ke lima provinsi, yaitu NTT, Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara mendapatkan dukungan penuh dari Kemkes untuk pemberantasan penyakit malaria mulai dari hulu sampai hilir. Sebab, kelima provinsi ini memiliki jumlah kasus tertinggi malaria di Indonesia.

Menkes memberikan apresiasi tinggi kepada dokter yang bersedia mengabdikan dirinya bagi masyarakat di pelosok. Menkes juga berharap dokter ini memberikan layanan terbaik.

"Kehadiran saudara sudah sangat dinantikan masyarakat di daerah. Bekerjalah dengan hati nurani, bangga, tulus, dan penuh cinta," kata Menkes.

Menkes juga meminta kepada dokter PTT ini agar tidak sering pulang ke kota, melainkan menetap di daerah terpencil, terutama tidak meninggalkan puskesmas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon