3 Warga Tiongkok Tewas Akibat Ledakan di Stasiun KA Urumqi

Kamis, 1 Mei 2014 | 08:26 WIB
FH
B
Penulis: Febriamy Hutapea | Editor: B1
Suasana pascaledakan di stasiun kereta Urumqi, Xinjiang, Tiongkok.
Suasana pascaledakan di stasiun kereta Urumqi, Xinjiang, Tiongkok. (South China Morning Post)

Beijing - Tiga orang tewas dan 79 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan teror di luar stasiun kereta terbesar di Urumqi, ibukota Xinjiang, Tiongkok.

Polisi mengatakan para pelaku menghunus pisau saat menyerang dan meledakkan bahan peledak sekitar pukul 19.00 di pintu keluar stasiun kereta Urumqi Selatan.

Serangan terjadi saat Presiden Xi Jinping mengakhiri tur empat harinya di wilayah bergejolak tersebut.

Televisi pemerintah melaporkan Xi tengah berada di Urumqi pada Kamis (30/4) pagi dan bertemu dengan para buruh dan pemuka agama menjelang Hari Buruh yang dirayakan secara internasional hari ini.

Menurut kantor berita Xinhua, serangan itu terjadi setelah sebuah kereta tiba dari Chengdu. Polisi mengatakan masih menyelidiki kasus ini.

Mengutip sejumlah saksi mata, Xinhua melaporkan bahwa ledakan berpusat di antara pintu keluar stasiun dan halte bus.

"Ledakannya kuat. Seorang pria yang berada di hotel terdekat mengatakan dia pikir itu adalah gempa bumi," demikian seperti dikutip Xinhua.

Polisi mengepung seluruh pintu masuk menuju alun-alun stasiun dan polisi bersenjata langsung dikerahkan menuju tempat itu.

Juru bicara pemerintah Xinjiang, Luo Fuyong, mengatakan situasi tersebut "masih terkendali" setelah ledakan terjadi, seperti dikutip Reuters.

Ledakan Kamis itu terjadi saat televisi pemerintah melaporkan kunjungan Xi ke Xinjiang dalam program buletin malam.

Xi berkomitmen akan melancarkan strategi "serangan pertama" melawan terorisme untuk "mencegah musuh dan menginspirasi banyak orang," kata Xinhua.

Di sebuah masjid di Urumqi yang lokasinya hanya dua kilometer dari stasiun, Xi meminta para pemuka agama untuk membantu umat memahami ajaran agama dengan benar sehingga orang-orang dapat hidup damai.

Atas kejadian ini, Xi menyerukan dilakukannya "tindakan tegas" terhadap serangan tersebut.

Xinjiang, yang kaya akan sumber daya alam dan lokasinya strategis, telah bertahun-tahun dilanda aksi kekerasan. Para pejabat Tiongkok menuduh militan dan separatis Islam yang berada di balik aksi kekerasan.

Li Wei, pakar anti-terorisme yang berbasis di Beijing, mengatakan ledakan itu menunjukkan masih ada kelemahan dalam tindakan pencegahan keamanan.

"Pemeriksaan keamanan di pintu keluar stasiun kereta api lebih longgar dibandingkan di pintu masuk," katanya.

Menurutnya, serangan teroris tidak akan berhenti begitu saja walaupun para pejabat pemerintah telah menekankan pentingnya pengetatan keamanan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon