Helikopter Ukraina Tertembak Jatuh di Wilayah Separatis

Jumat, 2 Mei 2014 | 18:32 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Helikopter serbu Mi-24 milik angkatan bersenjata Ukraina.
Helikopter serbu Mi-24 milik angkatan bersenjata Ukraina. (Angkatan Bersenjata Ukraina)

Slaviansk, Ukraina - Angkatan bersenjata Ukraina melancarkan serangan cukup dahsyat di kota Slaviansk yang dikuasai kelompok separatis Jumat (2/5) dinihari, dan para pemberontak menembak jatuh sedikitnya satu helikopter yang menewaskan seorang pilot.

Pejabat Ukraina mengatakan penggunaan rudal anti pesawat semakin membuktikan kehadiran pasukan khusus Rusia di kota itu, yang menjadi pusat kekuatan militer kelompok pro-Moskwa.

Menurut mereka, Slaviansk telah dikepung rapat dan menyerukan para pemimpin separatis untuk membebaskan para sandera dan menyerah.

Tembakan terdengar di kota berpenduduk 130.000 orang itu sesaat setelah pukul 4.00 pagi, dan sebuah helikopter serbu melepas tembakan. Pasukan Ukraina menyerbu lokasi dengan diangkut kendaraan lapis baja di wilayah selatan.

Satu helikopter serbu milik pemerintah jenis Mi-24, ironisnya adalah buatan Rusia, telah ditembak jatuh, sehingga satu pilot tewas dan rekannya ditahan oleh para pemberontak.

Helikopter Mi-24 lainnya juga terpaksa mendarat darurat. Heli jenis ini normalnya dioperasikan oleh dua orang. Heli ketiga yang mengangkut petugas medis juga tertembak dan melukai seorang petugas kesehatan.

Vyacheslav Ponomaryov, walikota pilihan pemberontak di kota itu, dikutip oleh kantor berita Rusia, Interfax, mengatakan bahwa dua helikopter telah ditembak jatuh dan seorang pilot ditahan.

Badan intelijen Ukraina, SBU, mengatakan satu helikopter ditembak jatuh dengan peluncur rudal panggul anti pesawat, sebagai bukti bahwa "pasukan terlatih dan sangat terampil" beroperasi di wilayah itu, "bukan warga sipil setempat seperti klaim Rusia karena mereka hanya bersenjatakan senapan yang dibeli dari toko alat-alat berburu."

Rusia membantah terlibat, namun telah mengerahkan sejumlah besar pasukan di perbatasan untuk melindungi warga beretnis Rusia yang dominan di kawasan timur Ukraina.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon