Korban Tewas Tambang Ilegal di Kolombia Jadi 4 Orang

Minggu, 4 Mei 2014 | 08:32 WIB
FH
B
Penulis: Febriamy Hutapea | Editor: B1
Para pekerja tambang emas yang sedang bekerja.
Para pekerja tambang emas yang sedang bekerja. (News.com)

Santander de Quilichao - Para petugas evakuasi menemukan satu jenazah yang merupakan korban tewas keempat dalam insiden longsor di area pertambangan emas ilegal di barat Kolombia. Sementara 12 orang lainnya masih dalam pencarian.

Tubuh kaku yang ditemukan itu langsung dibawa dengan kantong plastik putih dan dipindahkan ke kota terdekat Santander de Quilichao.

Carlos Ivan Marquez, pejabat Palang Merah, mengonfirmasi empat korban tewas yang sejauh ini ditemukan akibat longsor yang terjadi pada Rabu (30/4).

Petugas penyelamat yakin mereka telah menemukan jenazah yang hilang sekitar 30 meter di bawah tanah dengan bantuan anjing pelacak.

Keluarga dan kerabat korban mencoba melihat dari belakang garis polisi sementara enam eskavator digunakan untuk memudahkan pencarian korban yang tertimbun reruntuhan material longsor.

Tim evakuasi terlihat mengenakan masker putih untuk menutupi bau busuk mayat yang sudah berbaur dengan udara sekitar.

"Saya menunggu mereka untuk menemukan saudara saya dan istrinya, yang terkubur di dalam," kata salah seorang penambang.

Pria lain yang sedang menonton proses evakuasi, Jesus Ovidio Carabali (60), mengatakan lima keponakannya tewas tertimbun longsor.

"Saya sudah peringatkan mereka untuk tidak ikut menambang di sini. Sekarang setidaknya mereka bisa diambil dari bawah gunungan lumpur," ujarnya.

Para penambang ilegal itu banyak menggunakan peralatan tangan untuk mengekstrak emas di tempat tambang terbuka saat terjadinya serangan longsor lumpur, batu dan tanah.

Tambang ini mempekerjakan laki-laki dan perempuan, sebagian berasal dari keluarga yang sama, tapi mereka tidak diperlengkapi dengan fasilitas dan perlengkapan yang memadai.

Kolombia memiliki 14.000 tempat tambang di mana lebih dari setengahnya beroperasi tanpa izin yang jelas. Pemerintah bahkan telah menyita peralatan penggalian berat di beberapa lokasi tambang ilegal.

Insiden ini merupakan kecelakaan pertambangan kedua di Kolombia yang terjadi kurang dari seminggu.

Pada Sabtu (26/4) lalu, empat penambang di baratlaut Antioquia juga tewas akibat menghirup gas beracun di sebuah lokasi tambang yang tidak memiliki izin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon