Jenazah Bocah SD yang Tewas Dianiaya Kakak Kelas Dimakamkan Kembali

Senin, 5 Mei 2014 | 12:27 WIB
FS
B
Penulis: Fana F Suparman | Editor: B1
Pemakaman Renggo Khadafi (11) siswa SD Negeri 09, Kampung Makasar, Jaktim
Pemakaman Renggo Khadafi (11) siswa SD Negeri 09, Kampung Makasar, Jaktim (Suara Pembaruan/Fana FS Putra)

Jakarta - Setelah diautopsi, jenazah Renggo Khadafi (11), bocah kelas V SDN 09 Makasar, Jakarta Timur yang diduga menjadi korban penganiayaan kakak kelasnya kembali dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cipinang Asem, Makasar, Jakarta Timur, Senin (5/5). Renggo sebelumnya dimakamkan di lokasi yang sama, namun untuk keperluan penyidikan, makam korban digali kembali untuk autopsi.

"Penyidik telah mengautopsi korban atas nama Renggo untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Didik Sugiarto saat ditemui di lokasi pemakaman, Senin (5/5).

Dikatakan Didik, saat ini, tim dokter tengah menganalisis hasil autopsi tersebut. Nantinya, hasil analisis itu digunakan sebagai dasar penyidikan dan pengembangan kasus ini.

Berdasar pantauan, jenazah Renggo dimakamkan sekitar pukul 10.15 WIB. Selain pihak kepolisian, pemakaman tersebut juga turut dihadiri pihak keluarga Renggo.

Diberitakan, pihak kepolisian dari Polres Jakarta Timur masih menyelidiki dan mengembangkan kasus tewasnya Renggo yang diduga menjadi korban penganiayaan kakak kelasnya, S (12). Untuk mengautopsi jenazah korban, pihak kepolisian bersama petugas Dinas Pemakaman dan Pertamanan DKI Jakarta menggali makam Renggo di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cipinang Asem, Makasar Jakarta Timur, Minggu (4/5) malam.

Penganiayaan berujung kematian itu bermula pada Senin (28/4) lalu, saat korban yang bertubuh tambun tanpa sengaja menyenggol tubuh S. Senggolan tersebut membuat es krim yang dipegang dan sedang diminum S terjatuh. Meski Renggo sudah meminta maaf dan mengganti dengan uang minuman seharga Rp 1.000 itu, S yang sudah tersulut emosi justru memukul perut, wajah, dan bokong korban. Peristiwa ini diketahui oleh dua rekan S yang berjaga di luar kelas untuk mengawasi situasi.

Mulanya, Renggo tak menceritakan penganiayaan yang dialaminya kepada keluarga. Namun, kesehatan yang terus menurun membuat Renggo akhirnya mengakui telah dianiaya S.

Pada Sabtu (3/5) malam sekitar pukul 23.00 WIB, Renggo dirujuk ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati setelah kejang-kejang hingga muntah darah. Nyawa korban tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (4/5) sekitar pukul 01.00 WIB.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon