Boko Haram Ancam Jual Ratusan Gadis sebagai Budak
Senin, 5 Mei 2014 | 22:38 WIB
Kelompok ekstremis Nigeria, Boko Haram, mengaku bertanggung jawab atas penculikan ratusan siswi yang memicu kemarahan di seantero negeri, serta mengancam untuk menjual para gadis yang disekap itu sebagai budak, dalam pernyataannya Senin (5/5).
"Saya menculik gadis-gadis kalian," kata pemimpin kelompok itu, Abubakar Shekau, dalam sebuah video berdurasi 57 menit.
Kelompok tersebut telah menculik 276 siswi dari sebuah sekolah di Chibok, negara bagian Borno, tiga pekan lalu.
Sebanyak 53 korban berhasil melarikan diri, namun 223 lainnya masih disekap, kata polisi hari Jumat lalu.
Presiden Nigeria Goodluck Jonathan berjanji untuk menemukan para siswi itu dan mengembalikan mereka ke keluarga masing-masing.
"Ini cobaan berat bagi negara, dan menyakitkan," ujarnya, sembari menambahkan bahwa pemerintah telah meminta bantuan dari negara lain, termasuk Amerika Serikat, untuk membantu Nigeria mengatasai masalah keamanan.
Dalam rekaman video, Shekau terlihat dalam baju perang di depan sebuah kendaraan angkut lapis baja dan dua mobil pick-up yang dilengkapi senjata mesin. Enam pria berdiri di sampingnya dengan wajah tertutup.
Shekau bicara dalam bahasa campuran antara dialek lokal Hausa, Arab dan Inggris.
"Saya menculik seorang gadis di sebuah sekolah berpendidikan Barat, dan anda marah. Saya katakan, pendidikan Barat harus berakhir. Para gadis, anda harus pergi dan menikah," ujarnya.
"Saya ulangi lagi: pendidikan Barat harus dilenyapkan. Saya menculik anak gadis kalian."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




