Timnas U-19 Dapat Pengalaman Berharga dari Myanmar

Selasa, 6 Mei 2014 | 00:49 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Indra Sjafri bersama Timnas U-19
Indra Sjafri bersama Timnas U-19 (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri mengakui jika anak asuhnya mendapatkan pengalaman berharga dari Myanmar yang menjadi lawan pada pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Senin (5/5).

Pada pertandingan yang disaksikan sekitar 30.000 penonton itu Timnas Garuda Jaya hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Myanmar. Hasil ini berbeda dengan hasil uji coba sebelumnya yang cenderung meraih kemenangan.

"Mereka sukses menahan kita. Kami dapat pengalaman yang lain. Beda dari tim sebelum-sebelumnya," kata Indra Sjafri usai pertandingan.

Menurut Indra, pada pertandingan uji coba setelah Tur Timur Tengah, pemain Myanmar memperagakan permainan yang berbeda. Bahkan, mampu mematikan pergerakan pemain kunci Indonesia, seperti Evan Dimas dan Maldini Pali.

Selain itu, Myanmar juga sukses memancing emosi pemain Indonesia sehingga berdampak pada konsentrasi pemain. Pemain bermain kurang tenang sehingga kondisi tersebut mampu dimanfaatkan dengan baik oleh pemain lawan.

"Konsentrasi hilang dan membuat permainan menjadi stagnan. Pemain bahkan terpancing dengan provokasi yang dilakukan lawan. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi," katanya.

Meski hanya bermain imbang, Indra Sjafri mengaku tidak kecewa. Banyak pengalaman berharga yang didapat sehingga bisa diaplikasikan saat pertandingan resmi di Piala AFF 2014 di Myanmar, Oktober nanti.

"Jika menemui lawan dengan karakter yang sama, kami akan tahu cara mengatasinya. Evan Dimas kami harapkan bisa belajar dengan pertandingan tadi," katanya menegaskan.

Setelah pertandingan ini, kata dia, pihaknya akan segera melakukan evaluasi dan selanjutnya akan diaplikasikan pada pertandingan kedua melawan Myanmar di tempat yang sama, Rabu (7/5).

Pada pertandingan kedua melawan Myanmar, Indra Sjafri mengatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan tim terbaik. Hal ini dilakukan agar kelemahan yang terjadi pada pertandingan kedua bisa teratasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon