Sebuah Helikopter Ditembak Jatuh
Bentrokan Pecah di Ukraina, Empat Tentara Tewas
Selasa, 6 Mei 2014 | 01:39 WIB
Kiev – Setidaknya empat tentara Ukraina tewas dan 30 lainnya luka tembak saat bentrokan pecah di bagian timur Ukraina. Saat bentrokan itu pecah, sebuah helikopter milik militer Ukraina jatuh karena ditembak separatis pro-Rusia.
Menteri Dalam Negeri Ukraina menyebutkan, empat polisi paramiliter tewas dibunuh dan 30 lainnya luka tembak saat terjadi baku tembak di kota yang dikuasai pemberontak, Slovyansk.
Pasukan Ukraina itu dilaporkan disergap setelah mereka masuk ke kota itu pada Senin (5/5) pagi.
Sebuah pernyataan di situs Kementerian Dalam Negeri Ukraina itu tidak memberikan rincian tentang bagaimana para tentara itu tewas. Namun, sebuah pernyataan terpisah mengatakan, pasukan Ukraina telah memulai "Operasi Anti-Teroris" terhadap 800 pasukan pro-Rusia.
Wartawan Al Jazeera Paul Brennan melaporkan dari Slovanysk, militer Ukraina melakukan operasi pagi hari untuk menguasai kembali kota itu setelah sebelumnya mereka menghancurkan pos-pos pemeriksaan pro-Rusia yang mengelilingi Slovanysk.
"Militer Ukraina menghancurkan penghalang yang dibangun kelompok-kelompok pro-Rusia. Sehingga mereka bisa masuk ke kota dan terlibat dalam pertempuran senjata dengan elemen pro - Rusia bersenjata," katanya.
Menteri Dalam Negeri Arsen Avakov mengatakan ada korban luka di kedua belah pihak.
Seorang juru bicara milisi pro-Rusia di Slovyansk mengatakan kepada Associated Press belum diketahui jumlah yang tewas dan terluka dalam bentrokan itu, termasuk seorang wanita berusia 20 tahun yang tewas akibat peluru nyasar.
Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan, sebuah helikopter tempur Mi-24 ditembak jatuh oleh sebuah senapan berat saat menjalankan misi tempur dekat Slovyansk.
Itu adalah helikopter ketiga yang jatuh sejak militer Ukraina melancarkan serangan terhadap wilayah yang dikuasai pemberontak.
Slovyansk adalah sebuah kota berpenduduk 125.000 orang. Kota itu telah menjadi pusat pemberontakan di kawasan timur Ukraina untuk melawan pemerintah pusat di Kiev. Pemerintah pusat di Kiev adalah kelompok yang menggulingkan presiden yang berhaluan Rusia lewat unjuk rasa berbulan-bulan.
Sementara itu, pemerintah Ukraina mengirim unit garda nasional elite pada hari Senin untuk membangun kembali kendali di kota pelabuhan selatan Odessa. Puluhan orang tewas di kota itu saat terjadi bentrokan pada Jumat lalu. Banyak kalangan mengkhawatirkan terjadinya perang saudara di negeri itu. Apalagi dalam beberapa minggu terakhir, para aktivis pro-Rusia telah menyerbu dan merebut gedung-gedung pemerintah dan kantor polisi di sejumlah kota di kawasan timur Ukraina.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




