Jababeka Ekspansi Kawasan Industri Rp 5,2 Triliun

Selasa, 6 Mei 2014 | 13:32 WIB
AT
FB
Penulis: Antonia Timmerman | Editor: FMB
CEO dan Founder Jababeka, SD Darmono, saat memberikan penjelasan soal proyek Jababeka, di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (27/3).
CEO dan Founder Jababeka, SD Darmono, saat memberikan penjelasan soal proyek Jababeka, di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (27/3). (Investor Daily/Imam Muzakir)

Jakarta – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) siap mengucurkan dana sebesar Rp 5,2 triliun untuk berekspansi ke kawasan industri baru. Dengan dana itu, perseroan mengakuisisi serta mengembangkan lahan seluas 870 ha di kawasan Kendal, Jawa Tengah.

Presiden Direktur Jababeka Darmono mengatakan, pihaknya akan membangun area komersial, industrial, serta power plant untuk tahap awal.

"Pembangunan tahap pertama ini akan berlangsung hingga 2020," ujar Darmono di sela acara dialog pertemuan Pembangunan Kawasan Industri Kendal, Senin (5/5).

Pada tahap berikutnya, perseroan akan mengembangkan sisa 1.830 ha di wilayah yang sama sehingga total luas lahan mencapai 2.700 ha. Area yang akan dikembangkan menjadi residensial dan komersial menempati porsi 30% atau setara 810 ha dari total luas lahan.

Seperti diketahui, Kabupaten Kendal kini menjadi fokus utama pengembangan selama 20 tahun ke depan. Wilayah itu dibangun dan dikelola oleh perusahaan patungan (joint venture) Jababeka dan Sembcorp Development Indonesia Ltd bernama PT Kawasan Industri Kendal (KIK).

Darmono mengatakan, ratusan perusahaan dari berbagai sektor industri diharapkan dapat menjadi penghuni wilayah tersebut.

"Berbagai potensi bisnis diyakini dapat berkembang pesat di Kendal," pungkas dia.

Jumlah penduduk Kendal tercatat sebanyak 32 juta jiwa. Saat ini, Kendal bertumpu pada sektor industri agrobisnis, tekstil, makanan, jamu, dan industri Usaha Kecil Menengah (UKM).

Pada kesempatan yang sama, Chief Marketing Officer Sembcorp Lukman mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur bertaraf internasional di Kendal. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan para tenant industri.

"Sudah ada puluhan investor Tiongkok dan Singapura yang menjajaki pembelian lahan di Kendal," ungkap Lukman.

Dalam acara temu bisnis kali ini, turut hadir Bupati Kendal Widya Kandi Susanti, perwakilan APINDO, serta calon investor dan mitra bisnis asal Jepang, Korea, dan Tiongkok.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon