Delapan Uskup Agung Bahas Perdagangan Manusia di NTT

Jumat, 9 Mei 2014 | 08:16 WIB
Y
B
Penulis: YOS | Editor: B1
Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang Pr
Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang Pr (Suara Pembaruan/Yos Kelen)

Kupang - Delapan uskup agung yang berada di wilayah Nusa Tenggara dan Bali akan menggelar pertemuan pada 10-15 Mei 2014 di Wisma Oemathonis, Camplong, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Panitia pelaksana RD Siprianus S Senda kepada wartawan di Kupang, Jumat (9/5) menjelaskan, pertemuan antara perwakilan delegatus itu merupakan acara tahunan yang tuan rumahnya berpindah-pindah. Khusus tahun ini, katanya, Keuskupan Agung Kupang (KAK) dipercaya sebagai tuan rumah.

Peserta pertemuan itu adalah dari Keuskupan Ruteng, Keuskupan Maumere, Keuskupan Ende, Keuskupan Denpasar, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Kupang, Keuskupan Atambua dan Keuskupan Wetabula. Menurutnya, masing-masing keuskupan mengirimkan dua orang utusan, tetapi khusus KAK diperbolehkan untuk mengirimkan lebih. Ia mengatakan, KAK mengirim sekitar 50 perwakilan yang terdiri dari perwakilan paroki dan stasi yang berada di wilyah Keuskupan Agung Kupang.

Sipri mengatakan, dalam pertemuan itu dibahas sejumlah masalah untuk penyusunan bahan katekese. Bahan itu disesuaikan dengan yang dialami oleh keluarga-keluarga di wilayah keuskupan yang bersangkutan.

"Khusus untuk wilayah keuskupan dalam Propinsi NTT sendiri, masalah-masalah yang masih sering dialami oleh keluarga seperti pendidikan yang masih dianggap suatu yang mahal dan belum merata, ekonomi keluarga yang masih buruk, gizi buruk, sulitnya mencari pekerjaan, dan masih maraknya praktik human trafficking," kata Sipri.

Ia mengatakan, dalam pertemuan ini juga akan diisi dengan seminar sehari membahas maraknya praktik perdagangan manusia di NTT.

"Diharapkan nantinya akan memberikan pencerahan kepada para pastor yang tinggal dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kita tidak bisa menutup mata kalau masih banyak orang yang tergiur untuk menjadi TKI walau dengan cara ilegal yang nantinya berujung human trafficking," kata Sipri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon