Kasus Meningkat, Polisi Diminta Cegah Pelecehan Seksual Anak
Minggu, 11 Mei 2014 | 15:14 WIB
Jakarta - Kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak kian banyak terungkap. Bak virus, korban pun bisa menjadi pelaku penyimpangan seksual nantinya. Karena itu, perlu dilakukan pencegahan dan pembinaan dari kepolisian serta masyarakat.
Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Edi Saputra Hasibuan mengatakan, langkah awal yang harus dilakukan polisi adalah upaya pencegahan dan pembinaan di tengah masyrakat.
"Pertama, polisi harus melakukan upaya pencegahan dan pembinaan. Misalnya, tingkatkan penyuluhan di wilayahnya masing-masing. Itu bisa di tengah masyarakat dan sekolah," ujar Edi kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Minggu (11/5).
Dikatakan Edi, proses hukum terkait masalah anak terkesan lamban. Agar proses hukum berjalan dengan baik, kepolisian harus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) atau penyidik terkait kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak itu.
"Polisi harus tingkatkan SDM-nya dalam tangani kasus anak. Selama ini polisi masih sangat sulit tangani kasus anak. Pelayanan anak berbeda dengan pelayanan orang dewasa. Untuk itu, polisi harus tingkatkan SDM-nya dengan pelatihan dan pendidikan," ungkapnya.
Selain itu, sambungnya, ruang pelayanan juga harus dilengkapi dengan sarana mendukung.
"Misalnya, dalam ruangan pelayanan harus ada tempat yang cocok buat anak-anak. Sehingga haknya sebagai anak tetap diberikan," tandasnya.
Dihubungi terpisah, Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto menuturkan, Polda Metro Jaya telah melakukan pembinaan melalui workshop untuk mencegah terjadinya pelecehan dan kekerasan terhadap anak.
"Polda Metro sudah melakukan workshop dengan para pendidik, orangtua murid, komite sekolah, kepala sekolah, dan pakar-pakar di bidangnya tentang kekerasan seksual serta kekerasan terhadap anak. Sudah dilaksanakan oleh Polres Jakarta Selatan dan Polres lainnya menyusul," tukasnya.
Diketahui, sejumlah kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak terus terjadi. Setelah kasus pelecehan di Jakarta International School (JIS) yang menggemparkan, terus bermunculan laporan terkait pelecehan dan kekerasan terhadap anak di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Bahkan, di wilayah lain.
Terkait kasus pelecehan di JIS, polisi telah menetapkan enam tersangka. Mereka, Agun Iskandar alias AG (25), Virgiawan alias Awan alias AW (20), Zainal alias Za (28), Syahrial alias SY (30), Afrischa Setyani alias AF (24), dan almarhum Azwar. Tersangka terakhir diduga bunuh diri dengan cara menenggak cairan pembersih lantai, di kamar mandi Unit PPA Polda Metro Jaya, pada saat diperiksa penyidik, Sabtu (27/4) lalu.
Hingga kini, kasus di JIS belum berujung. Sejumlah fakta baru mengapung ke permukaan. Semisal, adanya dugaan korban dan tersangka lain. Penyidik, terus mendalami dan menyelidiki kasus itu.
Kasus kekerasan seksual lainnya, terjadi di daerah Kedaung Wetan, Neglasari. Kota Tangerang. Bocah perempuan berinisial NAN (3,6), diduga diperkosa seseorang yang masih memiliki hubungan keluarga.
Orangtua korban atas nama Linda Wati, melaporkan dugaan peristiwa kekerasan seksual dengan nomor laporan LP/B/K/319/V/2014/ Restro TNG, Senin (5/5) lalu.
Selain itu, seorang pria paruh baya babak belur dihakimi warga di Taman Pemakaman Umum (TPU) Prumpung, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (7/5) lalu. Pria bernama Edi (40) tersebut diduga telah mencabuli dua bocah, D (4) dan A (6).
Kemudian, W (29), seorang petugas Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang merupakan mitra Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur, dilaporkan ke pihak kepolisian karena diduga telah mencabuli seorang bocah lelaki berinisial E (12). Kasus ini terungkap pada Jumat (9/5).
Sejumlah kasus di atas hanya sebagian contoh kecil. Diduga kuat, masih banyak kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi. Namun, korban enggan melaporkan lantaran takut atau enggan membuka aib alias malu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




