Pakar: Tes Kesehatan Capres-Cawapres Cakup Masalah Fisik dan Psikis
Kamis, 22 Mei 2014 | 18:30 WIB
Jakarta - Pakar Psikologi Politik Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, menyatakan bahwa dalam konteks tes kesehatan capres-cawapres memang mencakup segi kesehatan fisik dan psikis atau kejiwaan. Keduanya bisa saling berhubungan satu dengan yang lain.
Hamdi mengaku tak mengetahui apakah para dokter di RSPAD akan melakukan tes kejantanan atau seksualitas. Hanya saja, menurut dia, tes kesehatan fisik maupun psikis adalah hal penting.
Sebenarnya secara kasat mata dari observasi sehari-sehari, menurut dia, dua pasangan capres-cawapres, Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta, terlihat sehat. Buktinya, mereka bisa melakukan aktivitas secara benar.
Hanya saja, sesuai UU, maka tes kesehatan diperlukan untuk mengecek lebih lanjut apakah asumsi itu benar. Tes akan dilakukan secara menyuluruh untuk memastikan tidak ditemukan kelainan-kelainan, baik dari segi fisik ataupun mental.
Misalnya, kalau dilihat secara observasi sehari-sehari, sulit untuk melihat gangguan kejiwaan yang tidak terekam observasi sehari-sehari. Makanya dalam paket tes kesehatan yang dilakukan di RSPAD, ada bagian tes kejiwaan.
"Kalau tidak salah dari informasi yang beredar memakai test MMPI atau Minnesota Multiphasic Personality Inventory, plus wawancara juga. Ini untuk memastikan tidak ada gangguan kejiwaan berat," jelas Hamdi.
"Mungkin saja nanti setelah pemeriksaan detil, mungkin ditemukan gangguan yang tidak terdeteksi oleh pengamatan secara kasat mata, baik fisik atau jasmani."
Dengan tes itu, lanjutnya, nanti ketahuan apakah ada gangguan yang serius yang bisa menjadi penghambat untuk tugas-tugas kepresidenan-wapres ke depan.
"Misalnya ditemui ada indikasi-indikasi kelainan kejiwaan seperti kecenderungan paranoid yang berlebihan, impulsif, agresifitas yang berlebihan dan kecederungan-kecenderungan psikotik lainnya," jelasnya.
Dia melanjutkan hasil akhir rekomendasi tim kesehatan tentunya akan dirapat-plenokan terlebih dahulu, dan mungkin saja terjadi debat di dalam tim untuk mengambil kesimpulan apakah capres-cawapres lulus tes kesehatan tersebut.
Dia mengakui bahwa tes kesehatan capres-cawapres memang bisa menjadi kontroversi, apabila berkaca pada kasus Gus Dur sebagai bakal capres yang dianggap tak lolos tes kesehatan.
Sebelumnya diketahui bahwa pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden yang akan berlaga di Pilpres 2014 mulai dites kesehatannya di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Dari tes kesehatan yang dijalani, pihak RSPAD Gatot Soebroto tidak menjadikan masalah "kejantanan" atau kesehatan seksualitas sebagai parameter kesehatan. Berbeda halnya ketika ada calon yang dari perempuan, maka ada tes kesehatan seksualitas.
"Tes kesehatan seksual (kejantanan) hanya untuk perempuan. Karena calonnya tak ada yang perempuan, jadi tak ada," kata Kepala Rumah Sakit RSPAD Gatot Soebroto Brigjen TNI Douglas S'Umboh, di RSPAD Gatot Soebroto, Kamis (22/5/2014).
Pasangan yang menjalani tes kesehatan hari ini, Kamis (22/5) adalah Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). Bakal calon presiden serta wakil presiden menjalani tes kesehatan sebagai salah satu syarat Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Sementara itu, Prabowo-Hatta akan menjalani tes yang sama pada Jumat (23/5).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




