Militer Nigeria Ketahui Lokasi Penyekapan Siswi

Selasa, 27 Mei 2014 | 08:07 WIB
YS
B
Penulis: Yuliantino Situmorang | Editor: B1
Siswi-siswi Nigeria yang disekap kini sudah berganti agama dan mengenakan kerudung.
Siswi-siswi Nigeria yang disekap kini sudah berganti agama dan mengenakan kerudung. (aljazeera.com/istimewa)

Abuja – Militer Nigeria sudah mengetahui di mana tempat penyekapan ratusan siswi yang diculik kelompok Boko Haram. Namun, pihak militer belum berani menyerang lokasi tersebut karena ada kekhawatiran para siswi akan terbunuh. Sebenarnya, lokasi itu sudah diketahui sejak akhir bulan lalu. Demikian keterangan resmi Kementerian Pertahanan Nigeria.

Sebuah aksi unjuk rasa terjadi di Abuja, Nigeria, Senin (26/5). Para pengunjuk rasa mendukung langkah militer yang selama ini dikritik keras karena tidak juga membebaskan para siswi yang sudah diculik lebih dari sebulan. Padahal, pihak militer sudah mengetahui lokasi penyekapan.

Para demonstran itu datang dengan sejumlah bus ke Kantor Kementerian Pertahanan. Diindikasi para demonstran itu terorganisir.

Air Marshall Alex Barde kepada demonstran mengatakan, militer tidak bisa menyerbu lokasi persembunyian dan membuat gadis-gadis itu terbunuh.

Saat ditanya wartawan di mana ratusan siswi itu disekap, Barde menolak untuk menjelaskannya.

"Kami ingin anak-anak kami kembali. Saya dapat memberitahu Anda kita bisa melakukannya. Militer bisa melakukannya. Tapi di mana mereka ditahan, bisa kita pergi dengan mengerahkan kekuatan?'' tanyanya di tengah kerumunan pengunjuk rasa.

Para pengunjuk rasa dengan serentak mengatakan, "Tidak!".

"Jika kita pergi dengan kekuatan apa yang akan terjadi?" tanya Barde.

"Mereka akan mati," kata para demonstran.

Barde mengatakan, upaya militer tidak boleh dikritik.

"Tidak boleh ada yang datang dan mengatakan militer Nigeria tidak tahu apa yang dilakukannya. Kita tahu apa yang kita lakukan," katanya.

Sebelumnya, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Israel telah mengirim tim ahli untuk membantu Nigeria dalam pencarian para siswi yang diculik.

Lebih dari 300 remaja diculik dari sekolah mereka di Kota Chibok pada 15 April. Polisi mengatakan, sebanyak 53 siswi melarikan diri dan 276 siswi tetap disekap.

Sebuah video Boko Haram telah menunjukkan suasana di tempat penyekapan. Video itu menunjukkan beberapa gadis membacakan ayat-ayat Alquran dalam bahasa Arab dan dua dari mereka menjelaskan mengapa mereka telah pindah agama dari Kristen ke Islam.

Menurut Reuters, setidaknya 470 warga sipil telah tewas akibat aksi kekerasan di berbagai lokasi di tangan Boko Haram. Kelompok militan itu berperang untuk mendirikan sebuah negara Islam di Nigeria. Selama ini, Nigeria dihuni oleh penganut berbagai agama.

Presiden Nigeria Goodluck Jonathan telah menyebut kelompok Boko Haram sebagai "al-Qaeda Afrika Barat."

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon