Sutiyoso Samakan Jokowi Dengan Ahmadinejad dan Erdogan
Rabu, 28 Mei 2014 | 17:15 WIB
Jakarta - Saatnya Indonesia memiliki seorang presiden yang sudah membuktikan kinerja serta sikapnya melalui kerja-kerja riil di jabatan publik seperti gubernur dan walikota.
Joko Widodo (Jokowi) adalah satu-satunya bakal capres yang pernah memiliki pengalaman itu, jauh mengungguli Prabowo Subianto yang tak berpengalaman.
Hal itu menjadi alasan utama bagi Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Sutiyoso, untuk mengarahkan dukungannya kepada Joko Widodo - Jusuf Kalla (JK).
Sutiyoso menjelaskan, banyak orang yang mempertanyakan alasan dirinya mendukung Jokowi-JK. Sebab sebagai seorang mantan prajurit Kopassus, dirinya dianggap cocok mendukung Prabowo Subianto, yang merupakan mantan prajurit Kopassus walau akhirnya dipecat dari TNI.
Namun bagi Sutiyoso, ada hal prinsipil lainnya yang lebih penting untuk diperhatikan. Yang pertama, dirinya lebih meyakini Jokowi dan JK sebagai figur yang paling berkemampuan merealisasikan cita-cita reformasi.
"Saya yakin Indonesia di bawah mereka adalah negara yang makmur, sejahtera, dan disegani negara lain," kata Sutiyoso di Jakarta, Rabu (28/5).
Alasan kedua yang tak kalah penting, adalah Sutiyoso melihat figur pemimpin di negara lain yang memiliki track record sama seperti Jokowi, yakni sudah terbukti bagus saat menjadi kepala daerah.
Dia mencontohkan nama Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Iran legendaris yang menjadi Walikota Teheran sebelum menjadi presiden. Ahmadinejad dipilih rakyatnya karena dianggap berhasil menjalankan tugasnya saat menjadi walikota.
Di luar itu, ada nama Ma Ying-Jeou yang merupakan mantan walikota Taiwan, lalu menjadi Presiden Taiwan. Atau PM Turki Erdogan yang merupakan mantan Walikota Istanbul.
"Di negara maju seperti Amerika Serikat, dari 44 presiden, 17 kali adalah mantan gubernur negara bagian," kata Sutiyoso.
"Lalu kapan gubernur di Indonesia jadi presiden? Anda jawab lah. Tentu sebagai mantan gubernur, saya ingin ada presiden kita yang berlatar belakang kepala daerah," ujar Gubernur DKI Jakarta dua periode itu.
Pada kesempatan itu, Sutiyoso menegaskan partainya akan mati-matian bekerja keras memenangkan Jokowi-JK di pilpres mendatang. Ditargetkan PKPI akan bisa mendapatkan 4 juta suara untuk pasangan itu.
"Dari Sutiyoso sampai kader terbawah, semua kader akan mendukung habis-habisan. Memang kita kecil, tapi kita akan jadi penentu kemenangan. Insya Allah 3-4 juta suara akan bisa kita sumbangkan," tandasnya.
Dia juga menjelaskan bahwa ada kemiripan yang terjadi di dalam proses penentuan Jokowi sebagai capres oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, dengan pengalaman dirinya sendiri. Sutiyoso bercerita, saat 2002, dirinya sudah pamit setelah lima tahun memegang jabatan gubernur.
Tiba-tiba dia dipanggil Megawati, yang saat itu presiden RI. Oleh Megawati, Sutiyoso ditunjuk sebagai calon gubernur mewakili PDI-P di pilkada 2002 itu.
"Dan kali ini, hal itu terjadi lagi. Pak Jokowi diberi mandat untuk jadi capres oleh Bu Megawati. Ini bukti kenegarawan Bu Mega," kata Sutiyoso.
"Dalam konteks pilpres, ada calon yang merupakan gubernur DKI Jakarta. Aneh kalau saya tak dukung gubernur DKI Jakarta jadi presiden."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




