3.850 Polisi Kawal Pengundian Nomor Urut Pilpres di KPU
Minggu, 1 Juni 2014 | 10:53 WIB
Jakarta - Polda Metro Jaya dan Polres jajaran, menurunkan 3.850 personel gabungan, terkait pengamanan pengundian nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden, di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol No.29, Jakarta Pusat, hari ini.
"Jumlah kekuatan pengamanan undian nomor calon presiden dan wakil presiden nanti berjumlah 3.850 personel gabungan Polda Metro Jaya dan Polres jajaran," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, kepada Beritasatu.com, Minggu (1/6).
Dikatakan Rikwanto, ribuan personel tersebut akan di tempatkan di sekitar titik temu massa pendukung, di luar dan di dalam gedung KPU.
"Kegiatan pengamanan dipimpin Kapolres Metro Jakarta Pusat (Kombes Pol Hendro Pandowo)," ungkapnya.
Diketahui, dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, diagendakan mengikuti kegiatan undian nomor urut Pemilihan Presiden 2014, sekitar pukul 14.00 WIB, di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol No.29, Jakarta Pusat, hari ini.
Pengundian nomor urut itu pun akan dihadiri ribuan massa pendukung dan elite politik kedua pasangan.
Berdasarkan data yang dihimpun, massa pendukung pasangan calon presiden Prabowo-Hatta diperkirakan berjumlah sekitar 4.500 orang. Mereka akan berkumpul di Bundaran HI, kemudian menuju kantor KPU diiringi hiburan marching band.
Sementara, jumlah massa pendukung pasangan calon Jokowi-JK, diperkirakan sekitar 3.150 orang. Mereka berkumpul di Taman Menteng dan Taman Suropati. Selanjutnya menuju Jalan Diponegoro, kemudian bersama pasangan calon Jokowi-JK menuju Kantor KPU di Jalan Imam Bonjol.
Sesuai hasil rapat koordinasi dengan pihak KPU, hanya 150 orang yang diperkenankan masuk ke dalam gedung. Lima puluh orang dapat ikut ke lantai II tempat pengundian nomor urut, sedangkan 100 orang berada di halaman.
Massa rombongan yang tak bisa masuk akan disekat 200 meter dari gedung KPU. Sedangkan, pengalihan arus lalu lintas bersifat situasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




