Spurs Tantang Miami di Final NBA

Minggu, 1 Juni 2014 | 11:25 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Laga San Antonio Spurs versus Oklahoma City Thunder, game keenam final wilayah Barat, 31 Mei 2014.
Laga San Antonio Spurs versus Oklahoma City Thunder, game keenam final wilayah Barat, 31 Mei 2014. (USA Today)

Tiket terakhir di grand final liga bola basket Amerika Serikat NBA direbut oleh San Antonio Spurs, yang mengalahkan Oklahoma City Thunder di game penentuan Sabtu (31/5) waktu setempat atau Minggu pagi WIB.

Pertandingan di game keenam ini harus melewati perpanjangan waktu, sebelum Spurs akhirnya menang 112-107 meskipun tanpa point guard Tony parker di paruh kedua, dan unggul agregat 4-2.

Final melawan Miami Heat nanti akan merupakan ulangan musim 2013, di mana sang lawan yang akhirnya menang. Ini juga akan menjadi final ulangan kedua sejak 1998, ketika Chicago Bulls dengan andalannya Michael Jordan menaklukkan Utah Jazz yang masih diperkuat Karl Malone.

"Kami butuh empat kemenangan lagi untuk menjadi juara. Dan kami akan mewujudkannya," kata legenda Spurs, Tim Duncan.

Duncan, Manu Ginobili dan Boris Diaw bergantian mencetak skor di perpanjangan waktu, sementara Thunder hanya mampu menambah 1 poin dari 11 tembakan.

Parker harus ditarik karena cedera engkel, namun penggantinya, Cory Joseph, mampu menjalankan tugas dengan baik sehingga Spurs tidak kehilangan ritme permainan. Justru memasuki kuarter ketiga, permainan Spurs meningkat.

"Kuarter ketiga itu meruntuhkan kami. Itu yang ditunjukkan oleh tim lawan kami. Ketika anda bersantai dua menit saja, mereka bisa mencetak 12 poin berbanding tiga dari kami," kata pelatih Thunder Scott Brooks.

Di final musim lalu, Spurs kalah menyakitkan dari Heat, karena membuang keungggulan lima poin ketika pertandingan tinggal menyisakan 28 detik di game keenam, lalu dipaksa main ke perpanjangan waktu dan kalah di game ketujuh.

Sebelum itu, Spurs memenangi empat final NBA yang pernah diikutinya, melawan New York Knicks pada 1999 (lima game); New Jersey Nets pada 2003 (enam game); Detroit Pistons pada 2005 (tujuh game); dan Cleveland Cavaliers pada 2007 (4-0).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon