Proses Pertukaran Sukses, Lima Petinggi Taliban Tiba di Qatar
Senin, 2 Juni 2014 | 01:16 WIB
Doha - Lima pemimpin Taliban tiba di Qatar setelah dibebaskan dari penjara Teluk Guantanamo dalam kesepakatan pertukaran dengan seorang tentara AS Bowe Bergdahl yang disekap di Afghanistan selama hampir lima tahun .
Para tahanan itu diterbangkan oleh pesawat militer C-17 milik AS ke Qatar pada Minggu (1/5). Lima petinggi Taliban yang dibebaskan itu Mohammad Fazl, Mullah Norullah Noori, Mohammed Nabi, Khairullah Khairkhwa, dan Abdul Haq Wasiq.
Pemimpin tertinggi Taliban, Mullah Omar, pada Minggu (1/6) memuji pembebasan lima orang itu sebagai "kemenangan besar."
"Saya menyampaikan selamat tulus saya untuk seluruh bangsa Muslim Afghanistan, semua mujahidin dan kepada keluarga dan kerabat dari para tahanan untuk kemenangan besar ini," katanya dalam sebuah pernyataan, Minggu.
Ia melanjutkan, "Saya berterima kasih kepada Pemerintah Qatar , terutama emir Sheikh Tamim bin nya Hamad (Al Thani), yang membuat upaya tulus untuk rilis dari para pemimpin ini dan mediasi mereka dan untuk penahanan mereka."
Lima petinggi itu ditukar dengan Bowe Bergdahl , seorang sersan tentara 28 tahun yang ditahan oleh Taliban sejak 30 Juni 2009.
Menteri Luar Negeri Qatar, Khalid bin Mohamed Al Attiyah mengatakan mediasi itu murni kemanusiaan tapi tidak akan ditarik pada hal-hal detail.
Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa Pemerintah AS tidak akan mengirim tahanan dari Guantanamo " kecuali mereka dapat mengurangi ancaman ke AS."
Ia mengatakan, para tahanan Taliban akan " tunduk pada pembatasan pada gerakan dan kegiatan mereka."
Lima petinggi Taliban itu adalah anggota berpangkat tinggi pemerintah Taliban yang digulingkan oleh Amerika Serikat pada tahun 2001 . Fazl adalah wakil menteri pertahanan, sementara Noori adalah gubernur provinsi Balkh.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




