SBY: Menteri Sibuk Jadi Timses Capres Harus Mundur
Selasa, 3 Juni 2014 | 17:20 WIB
Sentul – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II yang sibuk menjadi tim sukses (Timses) calon presiden lebih baik mengundurkan diri agar tidak mengganggu tugas pemerintahan.
Presiden mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukannya, saat ini terdapat sejumlah menteri KIB II yang sering meninggalkan tugas pemerintahan karena sibuk menjadi tim sukses pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) menjelang Pilpres 2014.
"Kalau ada menteri yang tidak bisa memprioritaskan waktunya untuk menjalankan tugas-tugas pemerintahan, karena sibuk jadi Timses Capres dan Cawapres, saya persilahkan mengundurkan diri," kata SBY saat berpidato pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemantapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, Selasa (3/6).
Acara dihadiri seluruh gubernur, walikota, dan bupati dari 34 provinsi. Hadir pula Wapres Boediono, Jaksa Agung Basrief Arief, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik, Ketua Bawaslu Muhammad beserta jajaran Panwaslu Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.
Presiden mengatakan, menjelang berakhirnya KIB II, pada 20 Oktober 2014 seluruh jajaran pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah harus lebih mengutamakan tugas pemerintahan dari pada tugas lainnya.
Dia mengaku, Undang-undang membolehkan menteri atau kepala daerah mengambil cuti untuk kepentingan kampanye Pilpres 2014. Namun, kata Presiden, para pejabat pemerintah wajib mengutamakan tugas pokoknya mengelola pemerintahan dan mencegah terjadinya konflik kepentingan.
Pada Pilpres yang akan digelar pada 9 Juli, dua pasangan yaitu Prabowo Subianto–Hatta Rajasa dan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK) akan bertarung memperebutkan kursi RI-1.
"Sangat penting para pejabat pemerintah, khususnya para menteri KIB II lebih memprioritaskan tugas-tugas pemerintahan. Saya tahu ada sejumlah menteri yang harus dikoreksi karena terlampau sering meninggalkan tugas-tugas pemerintahan untuk tugas-tugas sebagai tim sukses pasangan capres dan cawapres," kata dia.
Di sisi lain, Presiden meminta para pejabat pemerintah di tingkat pusat dan daerah, membantu pendistribusian logistik bagi suksesnya penyelenggaraan Pilpres 2014.
"Harus diingat, bantuan itu dilaksanakan sesuai ketentuan Undang Undang, sehingga tidak menimbulkan fitnah, yang dianggap menguntungkan salah satu peserta Pilpres saja," jelas dia.
Pada bagian lain pidatonya, SBY secara terbuka mengkritik penggunaan kata-kata dan ungkapan tidak patut yang digunakan para pendukung Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK dalam berinteraksi di media sosial.
"Perang di media sosial luar biasa dahsyat, kadang-kadang saya senang tetapi juga prihatin dengan bahasanya, kata-katanya, dan ungkapan-ungkapannya yang melebihi kepatutan," kata SBY.
Dia berharap Timses kedua pasangan capres-cawapres tidak terlibat tindakan main hakim. Sebaliknya, menciptakan kompetisi Pilpres 2014 yang sehat sehingga masyarakat mendapat gambaran yang jelas tentang pesta demokrasi di negeri ini.
"Selalu ada jalan yang lebih baik, ada batas-batas sebuah kompetisi yang baik. Tidak harus menimbulkan luka dalam dan kerusakan yang tidak perlu. "Lakukan sesuai prosedur yang diatur dalam Undang Undang. Jangan main hakim sendiri dan anarkis," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




