Korban Ruko Ambruk Jadi 5 Tewas, Pencarian Terus Dilakukan
Rabu, 4 Juni 2014 | 15:24 WIB
Samarinda - Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) mencatat, korban tewas akibat ambruknya rumah toko (ruko) Cendrawasih Permai di Jalan Ahmad Yani, Kota Samarinda, Kalimantan Timur bertambah menjadi lima orang.
Memasuki hari kedua pencarian korban, proses evakuasi masih terus dilakukan.
Hingga Rabu (4/6) pukul 07.30 WITA, total korban yang bekerja pada PT Firma Abadi, sebanyak 84 orang. Dari total korban tersebut, 72 orang korban selamat, dimana tujuh orang dirawat di RSUD AW Syahranie Samarinda sebanyak 7 orang.
"Sementara lima orang meninggal dunia dan tujuh orang masih dicari tertimbun reruntuhan bangunan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan, Rabu (4/6).
Sutopo menegaskan, setelah dilakukan pendataan ulang, ternyata jumlah korban mencapai 84 orang, bukan 85 orang karena ada nama yang tercatat dua kali.
Tim gabungan dari Badana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Basarnas, Palang merah Indonesia (PMI), Tagana, satuan kerja perangkar daerah (SKPD) dan relawan masih melakukan pencarian korban. "Wali Kota Samarinda menunjuk Kepala BPBD Kota Samarinda menjadi komandan penanganan darurat," kata Sutopo.
Dia mengatakan, alat-alat berat ditambah untuk mendukung pencarian korban. Basarnas mengerahkan alat dengan sensor infra red untuk mengidentifikasi lokasi korban yang tertimbun puing-puing bangunan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




