Tegaskan Netralitas, TNI AD Akan Usut Dugaan Oknum Babinsa
Jumat, 6 Juni 2014 | 01:03 WIB
Jakarta - TNI Angkatan Darat (AD) menyatakan keseriusannya untuk menegakkan komitmen netralitas berpolitik terkait Pilpres 2014. Dugaan adanya aparat Babinsa TNI AD yang diduga melakukan pelanggaran aturan itu sedang dikerjakan, dan KSAD Jenderal Budiman langsung menginstruksikan selutuh prajurit agar benar-benar netral.
Seperti disampaikan Brigjen Andika Perkasa, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, tadi siang, KSAD Budiman sudah menerima laporan berita di Kompas.com tentang "dugaan" tindakan Babinsa yang mendatangi rumah-rumah warga di Jakarta Pusat dan mengarahkan mereka mendukung calon presiden tertentu.
Sebagai tindak lanjut, KSAD langsung memerintahkan Asisten Operasi KSAD dan Wakil Asisten Pengamanan KSAD untuk melakukan Teleconference dengan seluruh Pangdam guna menekankan sekali lagi tentang posisi netral Prajurit TNI AD di Pemilihan Presiden 2014. Teleconference ini dilakukan pada jam 13.00 WIB dari Mabes TNI AD.
"Selain itu Kepala Staf TNI AD juga memerintahkan untuk mengusut tuntas dugaan keberpihakan Babinsa di Jakarta Pusat tersebut," tegas Andika di Jakarta, Kamis (5/6).
Sejak sebelum Pemilu Legislatif, lanjutnya, KSAD sudah berulang kali menegaskan sikap netral prajurit TNI AD dalam Pemilu 2014. Dan Jenderal Budiman sudah menegaskan akan tetap memegang komitmen itu untuk memastikan Pilpres 2014 berlangsung tanpa ada intervensi dan tekanan dari pihak manapun, termasuk dari Prajurit TNI AD sendiri.
"Jadi Kepala Staf TNI AD sangat serius dalam menangani dugaan keberpihakan Babinsa di Jakarta Pusat kepada Calon Presiden tertentu dan akan memberi sanksi kepada mereka sesuai temuan dalam pemeriksaan," tandas Andika.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




