Sigma: Dukungan ke Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK Masih Imbang

Kamis, 12 Juni 2014 | 16:08 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Pasangan Peserta Pemilu Presiden 2014 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla bersanding, usai menyampaikan visi dan misinya saat Debat Capres-Cawapres di Jakarta, Senin (9/6). SP/Joanito De Saojoao.
Pasangan Peserta Pemilu Presiden 2014 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla bersanding, usai menyampaikan visi dan misinya saat Debat Capres-Cawapres di Jakarta, Senin (9/6). SP/Joanito De Saojoao. (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia Said Salahudin mengatakan peta dukungan terhadap Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK masih berimbang dan cenderung meluas yang berasal dari "swing voter" (yang masih ragu-ragu menentukan pilihan).

"Saya lihat dukungan yang mengalir kepada Prabowo-Hatta semakin hari cenderung meluas. Hal yang hampir sama terjadi pula pada pasangan Jokowi-JK," kata Said Salahudin di Jakarta, Kamis (12/6).

Menurut Said, dukungan kepada kedua pasangan itu boleh jadi berasal dari swing voter.

Setelah memasuki masa kampanye, terutama pascapelaksanaan debat, pemilih yang sebelumnya masih bingung menentukan sikap kelihatannya berangsur mulai menyatakan dukungan kepada masing-masing pasangan calon.

"Dalam perspektif partisipasi pemilih, hal ini tentu bermakna positif. Saya lihat peta dukungan terhadap keduanya saat ini juga masih sangat berimbang," kata dia.

Sebelumnya, berdasarkan temuan LSN, elektabilitas pasangan Jokowi-JK mulai tersendat. Dibandingkan dengan masa sebelum Pileg 2014, tingkat keterpilihan Jokowi cenderung mandek. Pasangan Prabowo-Hatta justru memperlihatkan kinerja yang semakin membaik.

"Ketika LSN menanyakan kepada responden, pasangan mana yang akan dipilih jika Pilpres dilaksanakan hari ini (saat survei dilakukan), sebanyak 46,3 persen mengaku akan memilih Prabowo-Hatta. Hanya 38,8 persen yang mengaku akan memilih pasangan Jokowi-JK dan sebanyak 14,9 persen menyatakan belum punya pilihan," kata dia.

Ia mengutarakan hasil survei dilaksanakan sejak 1 sampai dengan 8 Juni 2014. Survei dilakukan di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Populasi dari survei ini adalah seluruh penduduk Indonesia yang sudah memiliki hak pilih dan tercantum dalam DPT.

Jumlah sampel sebanyak 1070 responden yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara rambang berjenjang (multistage random sampling). Margin of error sebesar 3 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dengan responden berpedoman kuosioner. Survei ini dilengkapi dengan analisis media dan wawancara mendalam dengan sejumlah narasumber.

Ia mengatakan meredupnya elektabilitas Jokowi-JK terjadi hampir di semua daerah "battle-ground", yaitu sembilan provinsi yang memiliki jumlah pemilih besar. Pasangan Jokowi-JK hanya unggul dari Prabowo-Hatta di Provinsi Jawa Tengah.

"Di daerah yang selama ini dikenal menjadi pangsa pasar tradisional dari PDI Perjuangan tersebut elektabilitas Jokowi-JK sebesar 47,5 persen dan Prabowo-Hatta 43,3 persen sementara yang belum menyatakan pilihan sebesar 9,2 persen," kata dia.

Pemilu Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon