Alexis Sanchez Menginspirasi Kemenangan 3-1 Cile atas Australia

Sabtu, 14 Juni 2014 | 07:24 WIB
SA
B
Penulis: Shesar Andriawan | Editor: B1
Para pemain Cile merayakan gol ke gawang Australia di Piala Dunia Brasil, 13 Juni 2014.
Para pemain Cile merayakan gol ke gawang Australia di Piala Dunia Brasil, 13 Juni 2014. (AFP)

Cuiaba - Layakkah Alexis Sanchez dijual Barcelona musim panas ini? Penyerang Cile itu menjawabnya dengan menginspirasi kemenangan timnya atas Australia. Alexis mencetak satu gol, satu assist, dan tekanan konstan ke pertahanan Australia.

Aksi pertama Alexis dibuka pada menit 11. Kemelut di kotak penalti Socceroos membuat bola mampir ke dadanya. Satu kali kontrol dan sepakan bola tepat nan terarah menghasilkan gol.

Dua menit berselang ia menerima bola dari sayap kanan. Satu putaran jenius dan ia lepas dari kawalan gelandang Australia.

Sedikit membawa bola beberapa meter ke depan, ia melihat ada Jorge Valdivia tak terkawal. Nama terakhir menerima bola sodoran Alexis tanpa kawalan lalu mengarahkan bola ke pojok kanan atas gawang. Mathew Ryan gagal menepisnya.

Australia yang diharapkan bisa memberi perlawanan ketat gagal keluar dari tekanan pasukan Jorge Sampaoli. Serangan balik yang dilancarkan Mile Jedinak dkk selalu mentah.

Normalnya serangan balik dilancarkan sekilat mungkin dengan bantuan dari gelandang dan bek. Tapi Australia gagal melakukan itu. Tak heran saat masuk area pertahanan Cile, Socceroos selalu kalah jumlah.

Claudio Bravo lah yang berjasa membuat Australia akhirnya bisa mencetak gol. Buangan bola kiper Cile itu justru mampir ke kaki bek lawan. Serangan kemudian berujung pada sundulan kapten Tim Cahill yang gagal ditepis Bravo.

Australia dan Cile memainkan pola yang hampir sama. Serangan selalu ditumpukan ke wilayah sayap. Yang membedakan adalah Cile selalu punya tiga atau lebih pemain di sayap, sedangkan Australia paling banter hanya dua.

Cile leluasa bermain umpan 1-2 di area sayap, sedangkan Australia lebih sering membawa bola sendiri.

Tapi bicara tentang keunggulan di udara, Australia pemenangnya. Sundulan pemain Australia selalu lebih berbahaya dibandingkan Cile. Cahill bahkan mencetak gol lagi lewat sundulan di menit 53. Tapi ia sudah ada di posisi offside sehingga skor tetap 2-1 untuk Cile.

Secara umum serangan Australia tak berbahaya sehingga Bravo tak terlalu banyak bekerja keras. Namun Bravo mendapat satu momen unjuk gigi di menit 56.

Fokus bek Cile terpusat pada Cahill, tak ada yang melihat Mark Bresciano datang dari lini kedua. Bresciano menyambut umpan silang dengan sepakan kaki kiri ke pojok kiri bawah gawang Cile. Brilian! Bravo sukses menepis bola. Cile bisa bernapas lega.

Empat menit berselang ganti Alex Wilkinson yang unjuk kebolehan. Gawang sudah kosong, beberapa sentimeter lagi bola akan melewati garis gawang tapi Wilkinson masih bisa menyapu bola dengan sliding.

Cile hampir membunuh pertandingan di menit 61, tapi Wilkinson sukses mencegahnya. Sayangnya, Cile kemudian benar-benar melakukannya.

Jean Beausejour, menggantikan Valdivia di menit 68, menjadi antagonis bagi Australia. Sepakan mendatar kaki kirinya mengarah ke pojok kiri Ryan. Sulit bagi kiper Club Brugge (Belgia) itu untuk menahan bola.

Gol ketiga Cile itu datang di menit ke-91. Tiga menit waktu tersisa dan tak ada keajaiban terjadi di Arena Pantanal, Cuiaba. Cile bersanding bersama Belanda di papan atas Grup B dengan koleksi tiga poin. Sementara Australia bersama Spanyol sama-sama belum mendapat poin. Setidaknya Australia tidak kebobolan lima gol dan tak berstatus juara bertahan.

Susunan pemain
Cile:
Bravo; Mena, Jara, Isla; Medel, Diaz, Vidal ('60 Gutierrez), Aranguiz, Valdivia ('68 Beausejour), Sanchez, Vargas ('87 Pinilla)

Australia:
Ryan; Franjic ('50 McGowan), Spiranovic, Wilkinson, Davidson; Bresciano ('78 Troisi), Milligan, Jedinak, Oar ('68 Halloran); Cahill, Leckie

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon