Anak Punya Banyak Kecerdasan
Sabtu, 14 Juni 2014 | 20:38 WIB
Jakarta - Seorang anak akan sulit berkembang bila anak dipaksa untuk sekolah. Sekolah bukanlah satu-satunya sumber untuk mencerdaskan seorang anak.
Hal itu diungkapkan praktisi Peduli Dunia Anak, Neno Warisman dalam acara peluncuran booth "Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf" (Ziswaf) dan talkshow dalam rangka Hari Anak Nasional 2014 di Jakarta, Jumat (13/6).
"Sekolah itu bukan satu-satunya sumber kecerdasan anak. Anak itu punya banyak kecerdasan, paling sedikit 8 atau 10 kecerdasan," ujarnya dalam acara yang mengangkat tema "Komitmen Bersama dalam Melindungi Anak Indonesia".
Bunda Neno--sapaan akrabnya--menyatakan sekolah setidaknya hanya mengajarkan satu kecerdasan kepada anak. "Betapa tidak adilnya kita mengukur seorang anak hanya berdasarkan kecerdasan kognitif atau kecerdasan hitung-hitungan atau kecerdasan hafalan. Sebanyak 90 persen pelajaran di sekolah itu hafalan.Tidak cukup hanya itu, sehingga anak juga harus dikasih kecerdasan untuk bergaul, kecerdasan visual, dan kecerdasan musikal. Dengan demikian, semua potensi anak dihargai. Anaka harus diajari menjual bakatnya. Itu akan menjadi hebat," katanya.
Untuk itu, Neno mengingatkan para orangtua tak hanya terpaku pada nilai-nilai anak yang didapat dari sekolah. "Orangtua harus melihat bakat anak. Banyak bukti bahwa anak yang sekolahnya biasa-biasa saja, tapi saat bakatnya ditambah dengan kemampuan entrepreneurship, dia bisa jadi hebat. Kita tidak bisa menghasilkan orang-orang yang hebat kalau kita cuma bertumpu pada satu kecerdasan saja. Kita harus memberdayakan semua potensi dan seluruh kecerdasan anak," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




