KPK Nilai Pileg 2014 Penuh Kekumuhan Politik

Minggu, 15 Juni 2014 | 17:00 WIB
NL
YD
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: YUD
Busyro Muqoddas.
Busyro Muqoddas. (Istimewa)

Jakarta - Pemilu Legislatif (Pileg) sudah usai dilaksanakan pada 9 April lalu. Bahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mengumumkan hasilnya dan jumlah kursi yang diperoleh dari masing-masing partai di DPR.

Terhadap hasil pileg tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai dipenuhi oleh kekumuhan politik atau penyimpangan-penyimpangan terhadap demokrasi.

"Pileg 9 April yang lalu penuh kekumuhan politik tak terbayangkan seperti apa akibatnya dalam menghasilkan kabinet yang akan datang. Pemilu tahun 2009 saja hasilnya terlalu parah, beberapa sistem korup," kata Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas dalam acara lokakarya dengan media di Cisarua, Bogor, Sabtu (14/6).

Busyro mencontohkan bagaimana praktik demokrasi diperoleh melalui korupsi dalam pileg lalu, yaitu mereka yang terpilih hanyalah yang memiliki uang ataupun jaringan bagus.

"Anggota DPR yang punya akses. Akses duit atau politik dinasti. Maka orang sulit menjadi anggota DPR karena tidak punya akses," ujar Busyro.

Oleh karena itu, Busyro mengkhawatirkan produk undang-undang ataupun pengawasan yang akan dihasilkan. Mengingat, periode yang lalu saja kerap diistilahkannya memberi air raksa kepada KPK.

Atas dasar itulah, Busyro mengharapkan masyarakat sipil lebih bersatu dalam mengawasi wakilnya di DPR.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon