Pasar Lebih Jagokan Jokowi
Senin, 16 Juni 2014 | 14:51 WIB
Jakarta - Berdasarkan paparan mengenai visi-mis ekonomi masing-masing calon presiden dalam debat capres kemarin, pasar masih lebih memilih Joko Widodo sebagai presiden Indonesia berikutnya.
Demikian disampaikan oleh Helmy Kristanto, analis Danareksa Sekuritas, dalam hasil risetnya hari ini.
"Kedua kandidat sama-sama berpeluang memenangkan pemilu tetapi Jokowi adalah kandidat yang lebih populer. Jumlah swing voters (massa mengambang) lebih besar daripada kesenjangan suara masing-masing kandidat," kata dia.
Menurut survei Pol Tracking Institute akhir pekan lalu, Prabowo semakin mendekati Jokowi. Elektabilitas Jokowi-Jusuf Kalla berada di angka 48,5 persen (vs 54,9 persen bulan Maret) sedangkan Prabowo-Hatta Rajasa berada di 41,1 persen (vs 27,9 persen bulan Maret.
"Sejauh ini, pasar masih lebih menjagokan Jokowi. Kemenangan Jokowi akan disambut baik oleh pasar," kata dia.
Danareksa Sekuritas memperkirakan pasar bisa naik 16,4x PE dan menyentuh level 5.248 di akhir tahun ini.
Danareksa menilai debat capres kemarin berjalan imbang. Prabowo mengedepankan menghentikan kebocoran anggaran dan memanfaatkan sumber daya alam Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan sosial.
Sedangkan Jokowi memfokuskan pada pembenahan infratruktur dan pentingnya program wajib belajar dan kesehatan. Jokowi juga menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 7 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




