Menkopolhukuam Minta Kedua Kubu Capres Jangan Saling Provokasi

Senin, 16 Juni 2014 | 19:01 WIB
CP
B
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: B1
Menkopolhukam Djoko Suyanto (tengah) bersama (dari kiri) Menlu Marty Natalegawa, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menkumham Amir Syamsuddin dan Wamenkumham Denny Indrayana menggelar jumpa pers terkait kerusuhan yang terjadi di Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Jakarta.
Menkopolhukam Djoko Suyanto (tengah) bersama (dari kiri) Menlu Marty Natalegawa, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menkumham Amir Syamsuddin dan Wamenkumham Denny Indrayana menggelar jumpa pers terkait kerusuhan yang terjadi di Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Jakarta. (Antara/Fanny Octavianus)

Jakarta – Situasi politik Tanah Air menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) diharapkan tetap berlangsung kondusif. Masing-masing pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), Prabowo Subianto-Hatta Rajasa serta Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) diminta tidak saling memprovokasi. Apalagi isu terkait suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). 

"Jangan memprovokasi satu dengan yang lain. Setiap ada isu itu (SARA), masyarakat harus bisa lebih mencerna diri sendiri, jangan terlalu percaya terhadap isu itu. Kemudian melihat pemberitaan yang lain, jangan dari satu sisi saja" kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/6).

Dia menyatakan, persaingan antara kedua kubu jangan sampai dibawa ke kehidupan masyarakat. "Meskipun di dalam debat dan wacana publik demikian keras, saya harapkan publik harus bisa meneduhkan dirinya sendiri dan masyarakat lain, sehingga apa yang panas di media massa tidak terjadi di lapangan," pungkasnya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon